3 Penyelam Tiongkok Hilang di Sangiang, Ini Saran Penyelam Cilegon

BERITAKARYA.CO.ID, SERANG – Melakukan aktivitas yang berisiko tinggi (higt risk) semacam menyelam di laut, sejatinya tidak mengabaikan local guide yang mengerti wilayah perairan dimaksud.
Tim Basarnas tengah melakukan pencarian di sekitar Pulau Sangiang/Istimewa

Hal itu dikatakan Ferry Mucho, salah seorang penyelam asal Kota Cilegon yang juga pengurus Pengcab POSSI Cilegon, menyusul hilangnya tiga penyelam asal Tiongkok di Pulau Sangiang, Minggu (3/11/2019) lalu.

Menurut Ferry, dalam buku tutorial panduan para penyelam, ada materi tentang contact local guides atau menggandeng guide lokal. Nah, hal itu yang menurut Ferry tidak boleh diabaikan oleh para penyelam utamanya para penyelam asing (wisatawan asing, red).

Sebagai penyelam yang telah mengantongi lisensi dari Professional Association of Diving Instructor (PADI) tingkat rescue diver, Ferry menyayangkan musibah itu menimpa para penyelam. Ia berharap para korban segera ditemukan.

Namun ia juga menegaskan bahwa contact local guides seharusnya tidak diabaikan oleh siapapun yang hendak menyelam di satu wilayah. Selain karena penyelam lokal lebih menguasai medan, juga ada nilai-nilai local wisdom (kearifan lokal).

“Penyelam lokal (local guides) tentu lebih paham dengan medan, mulai dari arus hingga hal terkecil sekalipun. Itulah mengapa dalam buku panduan kita (contact local guides) menjadi sebuah keniscayaan,” kata Ferry.

Ferry menambahkan, kedepan harus ada regulasi yang jelas bagi para penyelam agar tidak ada lagi kejadian serupa. Ia berharap para tour guide dan nakhoda kapal yang akan membawa para penyelam baik dari luar (turis) atau penyelam lokal, untuk memeriksa dulu apakah tamunya punya lisensi atau tidak.

“Kalau tidak punya lisensi tidak boleh. Ini (lisensi) sangat penting karena sebagai modal awal para penyelam melakukan penyelaman, agar kejadian serupa tidak terulang,” tuturnya.

Ferry Mucho, penyelam POSSI Cilegon

Diperoleh informasi, tiga dari 7 rombongan penyelam asal Tionglok hilang terbawa arus di Pulau Sangiang, Kabupaten Serang, Banten. Mereka bertolak dari Pantai Mabak, Merak, Kota Cilegon menuju Pulau Sangiang menggunakan perahu nelayan pada Minggu (3/11/2019) pagi.

Tiba di Pulau Sangiang pukul 13.30 WIB, penyelam yang dibagi dua grup itu langsung menyelam. Grup pertama adalah You Shi Jie, Xu Jun, dan Che Yin Xing. Sementara grup kedua yakni Tan Xuz Tao, Wan Bing Yang dan Tian Yu. Satu orang lainnya yakni Yang Lixiang menunggu di darat.

Sekitar pukul 14.45 WIB di hari yang sama, grup pertama naik ke permukaan, tapi grup kedua tidak muncul kepermukaan. Hingga kini, grup kedua tidak ditemukan dan dinyatakan hilang.

Kasubsi Ops Basarnas Banten, Hairoe Amir Abyan dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut.

“Mereka turis asal Tiongkok lagi latihan selam. Jumlahnya ada tujuh orang. Tiga orang hilang,” ujar Hairoe seperti dilansir selatsunda.com, Senin (4/11/2019).

Masih kata Hairoe, ketiga turis hilang itu diduga terkena arus bawah laut. Berdasarkan keterangan saksi, ketiga turis saat kejadian sempat muncul namun hingga kini tidak keluar ke permukaan. “Dia sempat muncul tapi karena arus kuat, dia ke bawa arus,” tuturnya.

Basarnas sejak tadi malam melakukan pencarian. Tim Basarnas kembali bergerak ke lokasi Senin pagi untuk melakukan pencarian. “Sejak semalam gerak. Pagi ini, dari Basarnas, Polair, Lanal gerak semua,” tandasnya.

Grup 1 (yang selamat): You Shi Jie (Pria),  Xu Jun (Pria), Che Yin Xing (Wanita).

Grup 2 (yang hilang): Tan Xuz Tao (Pria), Wan Bzng Yang (Pria), Tian Yu (Pria).

Yang di darat  Yang Lixiang (Pria)

Iffan Gondrong

Categories
Cilegon
No Comment

Leave a Reply

*

*

google.com, pub-1102232992410596, DIRECT, f08c47fec0942fa0

RELATED BY