4 Kampung di Bojonegara Terendam, Aktivitas Galian Jadi Penyebab

BERITAKARYA.CO.ID, SERANG - Beberapa jam sebelum pergantian tahun, sekira pukul 18.00 WIB, empat kampung di Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang terendam banjir.

Empat kampung tersebut yakni Kampung Masigit yang berada di Desa Margagiri, Kampung Pasar, Kampung Gunung Santri, dan Kampung Gedong, Desa Bojonegara.

Berdasarkan informasi yang disampaikan pihak BPBD Kabupaten Serang, selain karena hujan deras, yang menjadi faktor utama terjadinya banjir dikarenakan kondisi Gunung di wilayah tersebut hancur akibat penggalian yang dilakukan oleh beberapa perusahaan tambang di wilayah itu.

“Di Desa Bojonegara selain hujan deras, banjir juga disebabkan oleh adanya aktifitas penggalian gunung, dan di Desa Margagiri itu terjadi akibat adanya penyempitan jalur kali serta tersumbatnya gorong-gorong,” jelas Farid Afandi selaku Kasubid BPBD Kabupaten Serang, Rabu (1/1/2020).

Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Serang, di Kampung Pasar sedikitnya 80 rumah terendam setinggi 30-50 cm

Di Kampung Gunung Santri 50 rumah terendam setinggi 30-50. Di Kampung Gedong 50 rumah terendam 30-50 cm, dan Kampung Masigit 50 rumah terendam 30-50 cm.

Tokoh Pemuda Gunung Santri, Suherman mengatakan, banjir di wilayah Bojonegara disebabkan oleh pendangkalan kali.

“Terus alur di kali untuk pembuangan ke diperkecil oleh perusahaan PT BAM. Arah yang ke sungai dari Kali Mati tembus ke Kali Bogem, kalinya sebagian sudah diuruk (tutup),” terangnya.

Untuk itu, ia menuntut PT BAM bertanggung jawab atas peristiwa banjir di Bojonegara tersebut.

“Kemana tanggung jawab perusahaan untuk warga Gunung Santri. Terus pembuangan air dari Gunung Santri ke Gurung Cungur sudah kecil tidak bisa menampung debit air yang begitu besar. Hampir tiap tahun banjir dan setiap hujan besar, air yang dari gunung tidak bisa mengalir ke laut,” ucapnya.

Baehaqi

Categories
Serang

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

*

*

RELATED BY