Begini Cara Bijak Kelola THR

BERITAKARYA.CO.ID, JAKARTA - Menjelang akhir Ramadan, maka semua pegawai bersiap menyambut tunjangan hari raya atau THR. Terlebih Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 2 Tahun 2019 tentang Pelaksanaan Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan Tahun 2019 yang mana THR harus dibayarkan paling lambat H-7 Lebaran.
Ilustrasi THR/NET

Menerima uang THR menjelang Lebaran tentu sangat menyenangkan. Tetapi, ada baiknya Anda tidak langsung menghabiskan THR tersebut seketika, sehingga THR hanya lewat saja di rekening Anda. Akan lebih baik jika THR itu dikelola dengan baik dan dimanfaatkan secara optimal.

Tidak cermat dalam mengelola THR akan berpotensi THR habis sebelum hari raya tiba. Lebih buruk lagi, jika tagihan dan utang malah menumpuk setelah Lebaran. Para orangtua tentu tak mau itu terjadi karena Hari Raya Idul Fitri kerapkali berdekatan dengan masa pendaftaran sekolah.

Kepala Program Studi Manajemen Unika Atma Jaya, Christiana Fara Dharmastuti seperti dilansir Republika.co.id menyatakan, ada cara bijak pengelolaan THR. Perencanaan anggaran, penetapan skala prioritas, dan pembagian pengeluaran dalam persentase adalah sederet kiat yang dia anjurkan.

“Langkah utama yang harus dilakukan yaitu menghitung jumlah THR yang diterima, lalu membuat anggaran pengeluaran hari raya,” kata Christiana seperti dilansir Republika.co.id, Sabtu (25/5/2019).

Meskipun keberadaan THR ditujukan guna memenuhi keperluan hari raya, lebih baik menyisihkannya terlebih dahulu saat diterima. Jumlah minimal yakni 10 persen dari total penerimaan untuk menambah tabungan atau dapat digunakan sesuai skala prioritas.

Prioritas yang dimaksud adalah membayar kewajiban berupa zakat dan mengirim uang kepada orangtua. Uang THR akan bermanfaat apabila dibagikan kepada orang-orang yang membutuhkan di lingkaran terdekat seperti pegawai, pembantu, atau sopir.

Christiana juga menyarankan menggunakan THR untuk melunasi utang dan tunggakan yang ada, khususnya utang yang sifatnya tidak tetap seperti tagihan kartu kredit, pinjaman daring, maupun pinjaman lain yang memiliki biaya bunga tinggi.

Apabila kewajiban-kewajiban itu sudah lunas, barulah sisa uang bisa dialokasikan untuk kebutuhan Lebaran. Saat berbelanja pakaian atau makanan, pastikan sesuatu yang dibeli merupakan kebutuhan, tidak sekadar keinginan.

Selanjutnya, THR bisa menjadi tambahan biaya mudik. Sebaiknya, rencana mudik memang sudah disiapkan jauh-jauh hari. Selain berburu tiket murah, alternatif mudik ekonomis yaitu mencari informasi program mudik dari berbagai organisasi.

Lebih lanjut, THR bisa menjadi tambahan pemasukan guna menambah dana cadangan seperti investasi atau tabungan. Jika penerimaan THR telah mencukupi kebutuhan, lebih baik menyimpan uang dan tidak langsung menghabiskannya.

Apabila penerimaan THR tidak mencukupi kebutuhan, Christiana menyarankan lebih selektif mengatur pengeluaran. Berkreasi menambah pemasukan juga bisa dilakukan, misalnya menerima pesanan kue atau berjualan pakaian di bulan puasa.

Dengan komitmen dan disiplin dalam mengelola keuangan THR sesuai rencana, maka keuangan keluarga akan lebih lebih sehat dan sejahtera.

Baca Sumber

Uploader: Iffan Gondrong

Categories
Nasional
No Comment

Leave a Reply

*

*

RELATED BY