Bilal bin Rabah, Muadzin yang Langkah Kakinya Terdengar Hingga ke Surga

BERITAKARYA.CO.ID – Hampir seluruh umat Islam mengtehaui bahwa Bilal bin Rabah adalah muadzin atau yang mengumandangkan adzan pada zaman Rasulullah SAW beribu tahun silam.
ILLUSTRASI/NET

Dan hampir seluruh muslim juga tahu, bahwa Bilal bin Rabah adalah seorang budak yang sepanjang hidupnya ada dalam siksaan sebelum akhirnya dibebaskan oleh Abu Bakar As-shiddiq.

Namun tahukan Anda, bahwa suara langkah kaki Bilal bin Rabah terdengar hingga ke surga? Nah, untuk menambah khazanah Anda, berikut kisah Bilal bin Rabah yang dilansir dari berbagai sumber.

Bilal bin Rabah adalah orang berkulit hitam dari Habsyah (Ethiopia) yang masuk Islam saat ia masih menjadi budak. Bilal bin Rabah pernah mengalami kejamnya perbudakan dan kemudian ia mendapatkan kebebasan serta kedudukan yang  tinggi dengan datangnya Islam.

Bilal bin Rabah yang memiliki postur kurus dan tinggi dengan rambut yang tebal bukanlah berasal dari kalangan bangsawan. Pada saat itu, Abu Bakar yang  membeli Bilal bin Rabah saat masih berstatus budak dan membebaskannya.

Bilal terus menerus disiksa oleh majikannya saat diketahui bahwa ia telah memeluk Agama Islam. Sang majikan pun memaksa agar Bilal bin Rabah mau meninggalkan Islam dan kembali menyembah Latta dan Uzza.

Abu Bakar As-shiddiq menemukan Bilal bin Rabah di bawah terik sinar matahari. Bilal bin Rabah sedang mendapat hukuman dari majikannya bernama Umayyah. Leher Bilal diikat, ia dijemur menghadap matahari di tengah padang pasir yang sangat panas. Dadanya pun ditindih dengan batu besar hingga sulit untuk bernafas.

Saat itulah Abu Bakar As-shiddiq membebaskan Bilal bin Rabah dengan membelinya dari Umayyah. Abu Bakar As-shiddiq lalu mengobati luka-luka yang dialami Bilal bin Rabah di rumahnya.

Saat Rasulullah SAW hijrah menuju Madinah, Bilal bin Rabah senantiasa menemani dan menjaga Rasullulah SAW kemana pun beliau pergi. Bilal bin Rabah kemudian dipilih oleh Rasulullah SAW untuk menjadi muadzin atau orang pertama yang mengumandangkan adzan.

Diriwayatkan Zaid bin Arqam, Rasulullah SAW bersabda, “Iya, orang itu adalah Bilal, pemuka para muadzin dan tidaklah mengikutinya kecuali para muadzin. Para muadzin adalah orang-orang yang panjang lehernya di hari kiamat.”

Bilal bin Rabah dipilih menjadi muadzin karena memiliki suara yang indah dan keras, sehingga dapat menjangkau jarak yang jauh. Saat itu, Bilal bin Rabah pun menjadi muadzin pertama yang mengumandangkan adzan di Kota Madinah.

Tak hanya menjadi muadzin pertama, Bilal bin Rabah juga mempunyai kedudukan yang istimewa di sisi Rasulullah SAW. Bahkan Bilal telah digaransi masuk surga oleh Rasulullah SAW.

Lebih istimewa lagi, suara langkah kaki Bilal bin Rabah terdengar hingga ke surga. Saat itu, Rasulullah SAW mendengar suara sandal Bilal bin Rabah saat Rasulullah SAW berada di surga pada malam Isra Mi’raj.

Dikisahkan bahwa selepas Salat Subuh berjamaah, Rasulullah SAW memanggil Bilal dan bertanya kepada Bilal bin Rabah, “Katakanlah kepadaku, apa amalanmu yang paling besar pahalanya yang kamu kerjakan dalam Islam? Karena sesungguhnya aku mendengar hentakkan sandalmu di surga.” Kemudian Bilal pun menjawab, “Setiap aku berwudhu, kapanpun itu, baik siang maupun malam, aku selalu melakukan salat dengan wudhu tersebut.”

Rupanya, Bilal bin Rabah merupakan orang yang selalu menjaga wudhu dalam setiap kegiatannya sehari-hari. Ketika wudhunya batal, Bilal bin Rabah akan kembali berwudhu lagi lalu melakukan salat dua rakaat setelah wudhu.

Amalan tersebutlah yang membuat Bilal bin Rabah begitu istimewa hingga suara sandalnya terdengar hingga ke surga.

Sebagaimana dari Abu Hurairah RA, beliau mengatakan, “Rasulullah SAW bersabda kepada Bilal setelah menunaikan Salat Subuh, ‘Wahai Bilal, beritahukanlah kepadaku tentang perbuatan-perbuatanmu yang paling engkau harapkan manfaatnya dalam Islam. Karena sesungguhnya tadi malam aku mendengar suara terompahmu di depanku di surga.’ Bilal RA menjawab, ‘Tidak ada satu perbuatan pun yang pernah aku lakukan, yang lebih kuharapkan manfaatnya dalam Islam dibandingkan dengan (harapanku terhadap) perbuatanku yang senantiasa melakukan salat (sunah) yang mampu aku lakukan setiap selesai bersuci (wudhu) dengan sempurna di waktu siang ataupun malam.” (HR. Muslim).

Demikianlah kisah hidup Bilal bin Rabah, orang pertama yang mengumandangkan adzan dan bahkan suara sandalnya terdengar hingga ke surga. Sebab Bilal selalu menjaga keimanannya dan kesuciannya dengan selalu menjaga wudhunya. Bilal wafat pada tahun 20 Hijriah di Damaskus saat ia berusia sekitar 60 tahun.

Baca Sumber

Uploader: Iffan Gondrong

Categories
Dunia Islam
No Comment

Leave a Reply

*

*

RELATED BY