Buntut Pemadaman Listrik, Gaji Pegawai PLN Dipotong

BERITAKARYA.CO.ID, JAKARTA - Buntut pemadaman listrik yang terjadi Ahad dan Senin lalu, gaji pegawai PLN dipotong untuk menutupi anggaran kompensasi bagi pelanggan yang dirugikan.
Plt Dirut PLN, Sripeni Inten Cahyani (tengah) menyampaikan keterangan kepada wartawan usai bertemu dengan pimpinan Komisi VII DPR/Foto Repro Antara/NET

Dilansir dari Republika.co.id, Direktur Pengadaan Strategis PLN, Djoko Raharjo Abumanan menegaskan, anggaran kompensasi akan diambil dari internal perusahaan melalui pemotongan gaji seluruh pegawai PLN yang tercatat sebanyak 40 ribu pegawai di seluruh Indonesia. Djoko menyampaikan, kebijakan itu diambil guna menjaga keuangan perusahaan agar tidak negatif.

“Makanya harus hemat lagi gaji pegawai dikurangi, kira-kira begitu,” ujar Djoko.

Djoko menjelaskan, peristiwa pemadaman listrik total atau blackout membuat PLN kehilangan potensi keuntungan sebesar Rp90 miliar karena tidak bisa menjual listrik kepada pelanggan. Kemudian, PLN juga dituntut harus membayar kompensasi kepada pelanggan terdampak.

Kebijakan pemotongan gaji pegawai diambil perusahaan lantaran PLN tidak boleh menggunakan dana APBN untuk kompensasi. “Enak aja. Kalau dari APBN, ditangkep, enggak boleh. APBN itu untuk investasi,” ucap Djoko.

Ia menjelaskan, pegawai di PLN memiliki dua penghasilan, yakni P1 atau gaji dasar dan P2 atau semacam insentif berdasarkan kinerja. Kata dia, gaji P2 itu yang kemungkinan dikurangi untuk membayar kompensasi.

Sebelumnya, Plt Dirut PLN, Sripeni Inten Cahyani menungkapkan, PLN menyiapkan anggaran sebesar Rp839 miliar untuk membayar kompensasi kepada 21,9 juta pelanggan yang terdampak pemadaman listrik. Kompensasi berupa pengurangan tagihan direalisasikan bulan ini.

Pelanggan listrik bersubsidi akan mendapatkan diskon sebesar 20 persen dari biaya beban. Sementara pelanggan nonsubsidi mendapatkan diskon 35 persen dari biaya beban.

“Itu diperhitungkan sebagai pengurang pada tagihan periode Agustus,” kata Sripeni seusai bertemu Komisi VII DPR di gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (5/8/2019).

Sripeni menjelaskan, besaran kompensasi tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 27/2017 tentang Tingkat Mutu Pelayanan dan Biaya yang Terkait Dengan Penyaluran Tenaga Listrik Oleh PT PLN (Persero). Ia memastikan semua pelanggan terdampak mendapatkan kompensasi, termasuk pelanggan prabayar atau pelanggan yang menggunakan token.

“Besaran kompensasi yang diterima dapat dilihat pada tagihan rekening atau bukti pembelian token untuk konsumen prabayar,” kata Sripeni. Untuk pelanggan prabayar, kompensasi diberikan dalam bentuk penambahan kwh saat membeli token.

Baca Sumber

Uploader: Iffan Gondrong

Categories
Nasional
No Comment

Leave a Reply

*

*

RELATED BY