Catut Nama Walikota, Hendri Hanya Ingin Dapat Proyek dari Brantas

BERITAKARYA.CO.ID, SERANG - Sidang lanjutan kasus dugaan suap dengan terdakwa Walikota Cilegon nonaktif, Tb Iman Ariyadi, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Ahmad Dita Prawira, dan pihak swasta Hendri kembali digelar di Pengadilan Tipikor pada PN Serang, Rabu (10/4/2018).
Para saksi mahkota disumpah sebelum membeikan kesaksian/beritakarya.co.id

Sidang dengan agenda keterangan saksi mahkota itu berlangsung hingga pukul 21.30 malam. Untuk diketahui, istilah saksi mahkota adalah saksi yang juga terdakwa dalam kasus yang sama, dimana para saksi/terdakwa dikonfrontasi antara satu dengan yang lainnya.

Saksi mahkota pertama yang memberikan keterangan adalah Hendri. Pria yang sejak awal diasumsikan sebagai orang kepercayaan Walikota Cilegon itu mulai jelas posisinya dalam kasus yang menyeret Walikota Cilegon, Tb Iman Ariyadi itu.

Dalam kesaksiannya, di depan majelis hakim Hendri mengaku bukan utusan atau orang kepercayaan Walikota Cilegon, Tb Iman Ariyadi. Dia juga mengaku tidak pernah mendapat perintah apa-apa terkait perizinan pembangunan transmart itu. Dengan suara parau, Hendri menegaskan bahwa dirinya ikut membantu PT Brantas dalam proses perizinan murni karena hanya ingin mendapatkan proyek dari PT Brantas.

“Yang Mulia, sebagai pengusaha lokal saya berusaha membantu PT Brantas, tujuannya hanya ingin mendapatkan proyek dari PT Brantas. Tidak ada perintah atau arahan kepada saya dari Pak Walikota. Semua murni hanya karena saya ingin dapat proyek saja,” aku Hendri.

Dalam kesempatan itu, Hendri menegaskan bahwa angka Rp2,5 miliar yang disebut-sebut sebagai permintaan Walikota Cilegon sesungguhnya bukan berasal dari pernyataan Walikota Cilegon, Tb Iman Ariyadi.

“Saya mendengar angka Rp2,5 miliar itu dari Pak Dita (Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, red). Tidak ada komunikasi antara saya dengan Pak Walikota,” ungkapnya.

Dalam sidang kesaksian Hendri itu, pihak JPU KPK beberapa kali memperdengarkan bukti rekaman sadapan pembicaraan antara Hendri dengan Legal Manager PT KIEC, Eka Wandoro dan Project Manager PT Brantas Abipraya Bayu Dwinanto Utomo.

Dalam rekaman yang diperdengarkan itu, jelas sekali bahwa Hendri beberapa kali mencatut dan menyebut-nyebut nama Walikota Cilegon dalam percakapannya. Namun saat ditanya, Hendri mengaku bahwa itu hanya inisiatif dia berusaha membantu agar dirinya mendapatkan proyek.

Walikota Cilegon nonaktif, Tb Iman Ariyadi saat mendapatkan kesempatan bertanya kepada Hendri langsung mengklarifikasi pernyataan Hendri. “Apakah saudara saksi pernah menerima perintah dari saya untuk meminta uang kepada pihak KIEC atau Brantas? tanya Tb Iman Ariyadi. “Tidak pernah,” jawab Hendri.

Di bagian akhir, Tb Iman Ariyadi menegaskan bahwa apa yang Hendri sebut dalam pembicaraan dengan beberapa pihak adalah inisiatif dia sendiri dan tanpa ada sedikitpun hubungannya dengan Tb Iman Ariyadi sebagai Walikota Cilegon. “Pak Hakim Yang Mulia, dengan ucapan¬†Bismillahirohmanirrohim saya menolak apapun yang disebut-sebut saudara Hendri yang mengatasnamakan saya,” tegas Tb Iman.

Iffan Gondrong

Categories
Hukum
No Comment

Leave a Reply

*

*

RELATED BY