Daripada Impor Guru, Mending Angkat Guru Honorer!

BERITAKARYA.CO.ID, JAKARTA – Gagasan Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani untuk mengundang guru dari luar negeri mengajar di Indonesia disambut reaksi keras.
Ilustrasi Guru Honorer/ Foto Repro Jawapos/NET

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI), Unifah Rasidi mengatakan tegas menolak impor guru. Ia menyebut impor guru itu bisa mengancam nasionalisme dan menganggu rasa keadilan guru honorer.

“Itu (impor guru) mengancam kesatuan, nasionalisme, dan perbedaan budaya. Lebih baik angkat para guru honorer ini dan melatih profesionalisme mereka serta meningkatkan kesejahteraan mereka,” ucap Unifah seperti dilansir Republika.co.id, Ahad (12/5).

Lagipula, lanjut Unifah, saat ini jumlah guru di Indonesia masih sangat banyak, terutama guru honorer. Meski begitu ia mendukung pertukaran guru antara Indonesia dengan negara lain.

“Kalau konsepnya pertukaran guru untuk saling melatih, itu tidak apa-apa,” ujar Unifah.

Menurut dia, saling berbagi ilmu mengajar antara guru Indonesia dengan guru di luar negeri, ini sangat baik untuk membuat cara mengajar guru lebih baik lalu menghasilkan murid-murid berkualitas pula. Apalagi, kesempatan guru yang bisa dikirim ke luar negeri jumlahnya cukup banyak.

“Intinya pertukaran guru ini, para guru yang didatangkan dari luar negeri ke sini sebagai tamu untuk memotivasi di kelas, itu bagus. Kalau impor gurunya, ya kami menolak lah,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani mengungkapkan gagasan untuk mengundang guru dari luar negeri untuk mengajar di Indonesia.

Pernyataan itu menuai kontroversi karena guru dari luar negeri itu dianggap menggantikan peran guru mengajar di kelas. Namun, pernyataan ini diklarifikasi oleh Mendikbud, Muhadjir Effendi. Dia menjelaskan bahwa Menko Puan bukan hendak ‘mengimport’ melainkan ‘mengundang’ guru atau instruktur luar negeri, untuk program Training of Trainersatau ToT. Instruktur luar negeri itu tidak hanya untuk sekolah tetapi juga untuk lembaga pelatihan yang berada di kementerian lain, misalnya Balai Latihan Kerja atau BLK.

Baca Sumber

Uploader: Iffan Gondrong

Categories
Pendidikan
No Comment

Leave a Reply

*

*

RELATED BY