Derita Mahasiswa Pasca Gempa

Catatan Joko Intarto
Laboratorium Dasar Universitas Tadulako retak dan terbelah/Foto Joko Intarto for Beritakarya.co.id

Saya keliling kota Palu lagi. Ditemani Pak Burhan, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Palu (Unismuh) yang juga ketua Lazismu Sulteng. Ikut juga menemani saya Pak Sudirman dari MPKU Muhammadiyah Sulteng.

Perjalanan kali ini untuk merespon telepon donatur yang hendak menambah dana bantuan sebesar Rp9 miliar, melalui telepon sehari sebelumnya. Fokusnya: sarana pendidikan.

Ditemani dua dosen membuat survey program menjadi lebih mudah. “Kita ke kampus Universitas Tadulako,” kata Pak Burhan.

Di kampus negeri terbesar di Sulawesi Tengah inilah saya tahu kondisi Laboratorium Dasar Universitas Tadulako (Untad) termini. Bangunannya terlihat utuh. Dari jauh. Tapi dari dekat beda. Seluruh bangunan retak. Sebagian temboknya sudah terbelah.

Sudah setahun gedung itu tidak digunakan lagi. Tepatnya sejak dilanda gempa 27 September 2018 yang lalu. “Tidak ada yang berani masuk ke gedung. Kerusakannya parah. Bisa ambruk sewaktu-waktu,” papar Pak Sudirman.

Laboratorium ini baru akan dibangun dengan anggaran tahun 2020. Dibangun 2021. Beroperasi 2022. Masih lama: 3 tahun lagi.

Laboratorium dasar Untad merupakan satu satunya laboratorium dasar yang ada di Sulteng. Semua lembaga pendidikan di Sulteng menggunakan lab ini, baik lembaga pendidikan negeri maupun swasta.

Pengguna lab dasar antara lain:
– Fakultas Pertanian
– Fakultas Kehutanan
– Fakultas Kesehatan Masyarakat
– Fakultas Teknik
– Politeknik
– Kebidanan
– Keperawatan
– Farmasi
– Kedokteran
– Lingkungan Hidup
– Kelautan
– Perikanan
– Peternakan

Sejak lab tersebut hancur, mahasiswa melakukan praktik ke Lab Unhas di Makassar.

Biaya akomodasi untuk praktik ke Makassar per mahasiswa butuh Rp2,5 juta (transport only) dengan penginapan pekan R 1, 5 kemudian makan R 500.000 dan sewa lab R 1 juta. Biaya ini sangat besar dan berat untuk mahasiswa. Terutama mahasiswa yang tidak mampu/beasiswa.

“Biaya praktik di laboratorium dasar di Makassar lebih mahal dibanding biaya kuliah per semester di Unismuh,” seloroh Pak Burhan. Bercanda tapi benar.

Mengatasi masalah ini, Lazismu mengusulkan gagasan untuk membangun laboratorium dasar. Ide ini disambut pimpinan Unismuh. Bahkan Unismuh siap menyediakan lahannya. “Laboratorium ini bisa digunakan seluruh mahasiswa di Sulawesi Tengah sesuai program studinya,” kata Pak Burhan.

Kunjungan lapangan selesai. Executive report pun meluncur ke whatsapp pihak donor.Semoga ada kabar baik. Segera!

Categories
Features
No Comment

Leave a Reply

*

*

google.com, pub-1102232992410596, DIRECT, f08c47fec0942fa0

RELATED BY

  • Semua Karena Cinta

    Cinta bukanlah kelemahlembutan atau kemurahan hati, atau apa saja dari kebaikan-kebaikan yang diberikan atau tidak diberikan dengan panjang lebar. Cinta adalah membagi, memahami, memberikan kebebasan, menjawab panggilan. Dan cinta...
  • Glyphosate Coffee

    Namanya keren ya? Jangan mudah tergoda. Sebab glyphosate atau glifosat adalah nama senyawa kimia yang beracun. Senyawa itu sekarang bikin heboh. Konon ditemukan di Kopi Gayo. Benarkah? Ini lampu...
  • Historiamu

    Ide bisnis bisa muncul di mana saja. Saat bertemu siapa saja. Mas Agus Yulianto, direktur Baitul Tamwil Muhammadiyah (BTM) datang ke studio saya, Minggu sore. Ia ingin ngopi.Merasakan seduhan...
  • Long Berry Coffee

    Mengawali Sabtu pagi dengan segelas kopi seduh V60 saringan bambu. Saya pilih long berry coffee dari Dataran Tinggi Gayo, produksi Aman Kuba, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah. Aman Kuba adalah...