Desak PT KS Berlakukan UMSK, Ribuan Buruh Turun ke Jalan

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Ribuan buruh outsourcing PT Krakatau Steel yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Baja Cilegon (FSPBC) menggelar aksi unjuk rasa di tiga tempat di Kota Cilegon, Senin (11/3/2019). Aksi pertamna dilakukan di Gedung Teknologi PT Krakatau Steel (KS) dilanjutkan ke Kantor Walikota Cilegon dan berakhir di Gedung Pusdiklat PT Krakatau Steel.
DEMO: Buruh outsourcing PT KS blokir jalan/beritakarya.co.id

Aksi ribuan buruh itu menyoroti soal Upah Minimum Sektoral Kota (UMSK) yang menurut mereka tidah pernah diberlakukan oleh PT Krakatau Steel sejak tahun 2017 kepada vendor tempat buruh outsourcing itu bekerja.

Dalam aksi yang digelar sejak pukul 09.00 WIB itu, dibawah guyuran hujan ribuan buruh terus menyuarakan hak mereka. Mereka sempat memblokir jalan, sehingga menghambat transportasi di kawasan industri dan kemacetan panjang pun tak bisa dihindari.

Tak lama berselang, perwakilan buruh diterima Manejemen PT KS untuk melakukan mediasi. Namun begitu, mediasi berakhir tanpa kesepakatan alias deadlock.

Tak puas dengan hasil mediasi, buruh kemudian melanjutkan aksi unjuk di depan Kantor Walikota Cilegon, Jalan Jenderal Sudirman. Sontak saja, arus lalu lintas pun terpaksa dialihkan ke jalur lainnya.

Di Pemkot Cilegon, buruh tidak mendapatkan respons. Sekitar 30 menit melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Walikota Cilegon tak ada satupun pejabat yang menemui. Ini lantaran Walikota Cilegon, Edi Ariadi tidak berada di tempat. Kecewa tak ditemui walikota, buruh kemudian melanjutkan aksi unjuk rasa di Gedung Pusdiklat PT Krakatau Steel.

Perwakilan buruh, Dodi Mucklis kepada wartawan mengatakan, poin utama tuntutan buruh adalah kenaikan UMSK sebesar 9,5 persen. Namun, PT KS hanya mengabulkan 4,5 persen.

Selain persoalan UMSK, buruh juga protes terkait adanya pengangkatan mantan karyawan PT Meratus Jaya Iron & Steel yang diangkat menjadi karyawan tetap di PT KS.

“PT Meratus Jaya Iron & Steel ini kan adanya di Kalimantan dan tidak berjalan, tapi kemudian karyawannya kembali ke PT KS, dan tanpa pemberitahuan mereka diangkat menjadi tenaga tetap. Sementara buruh di sini yang sudah puluhan tahun tidak diangkat,” katanya.

Dia menduga ada oknum yang bermain dalam perekrutan karyawan tersebut. “Kami minta Walikota Cilegon memanggil Manajemen PT KS terkait persoalan ini,” pungkasnya.

Iffan Gondrong

Categories
Cilegon
No Comment

Leave a Reply

*

*

RELATED BY