Direktur Teknologi KS Huni Rutan KPK

BERITAKARYA.CO.ID, JAKARTA - Direktur Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel, Wisnu Kuncoro dan dua orang tersangka lain yang terjaring OTT yakni Kenneth Sutardja dan Alexander Muskitta ditahan KPK.
DITAHAN: DIrektur Teknologi PT Krakatau Steel, Wisnu Kuncoro saat keluar dari Gedung KPK/Foto Repro kumparan.com/NET

Dilansir dari detik.com, Wisnu Kuncoro keluar dari gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Minggu (23/3/2019) pukul 22.55 WIB setelah menjalani pemeriksaan di Gedung KPK. Wisnu keluar mengenakan rompi “kebesaran”  khas tahanan KPK.

Saat keluar, Wisnu Kuncoro tidak memberikan keterangan apapun terkait kasus suap pengadaan barang dan jasa yang menjeratnya.

Sementara Alexander Muskitta selaku perantara kasus suap lebih dahulu keluar dari Gedung KPK sekitar pukul 21.30 WIB. Disusul oleh Kenneth Sutardja yang keluar pada pukul 22.30 WIB.

Menurut Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK, Yuyuk Andriati, Wisnu dan Alexander akan ditahan di Rutan Cabang KPK Gedung Merah Putih. Sedangkan Kenneth ditahan di rutan yang berbeda.

“WNU dan AMU ditahan di Rumah Tahanan Cabang KPK Gedung Merah Putih. KSU ditahan di Rumah Tahanan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur,” ujar Yuyuk.

Baca Juga: Dengan BB 20 Juta, Direktur Teknologi KS Jadi Tersangka

Wisnu Kuncoro ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengadaan barang dan jasa di PT Kraktau Steel. KPK menduga Wisnu Kuncoro menggunakan perantara bernama Alexander Muskitta untuk menerima suap.

Ada dua pihak yang ditengarai menjadi penyuap Wisnu Kuncoro yakni Kenneth Sutardja dan Kurniawan Eddy Tjokro. Keduanya disebut KPK menjanjikan fee 10 persen kepada Wisnu Kuncoro dari dua proyek dengan nilai masing-masing Rp24 miliar dan Rp2,4 miliar.

Wisnu Kuncoro dan Alexander selaku pihak penerima dijerat Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara Kenneth dan Kurniawan yang diduga sebagai pihak pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca Sumber

Uploader: Iffan Gondrong

Categories
Nasional
No Comment

Leave a Reply

*

*

RELATED BY