Dirut PLN Nonaktif Ditahan KPK

BERITAKARYA.CO.ID, JAKARTA - Direktur Utama PT PLN nonaktif Sofyan Basir (SFB) ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin malam (27/5/2019). Sofyan yang berstatus tersangka sejak Selasa (24/4/2019) lalu ditahan setelah diperiksa penyidik kurang lebih selama lima jam.
DITAHAN: Sofyan Basri/Foto Repro tribunnews.com/NET

Sekitar pukul 23.30 WIB, Sofyan Basir keluar dari gedung KPK sudah mengenakan rompi orange khas tahanan KPK. “SFB ditahan 20 hari pertama di Rutan Cabang KPK di belakang Gedung Merah Putih KPK, Kav. K-4,” kata Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah dalam keterangannya di Jakarta, seperti dilansir Rmol.id.

Dalam perkara yang menjeratnya, Sofyan diduga terlibat kontrak kerjasama pengadaan proyek PLTU Riau-1 bersama eks anggota Komisi VII DPR, Eni Saragih untuk memuluskan tender pembangkit listrik tersebut.

Proyek PLTU Riau-1 ini merupakan salah satu agenda program pembangkitan listrik yang dicanangkan pada era kepemimpinan presiden Jokowi.

Rencananya, proyek tersebut dipegang oleh Blackgold Natural Recourses Limited, melalui anak perusahaannya PT Samantaka Batubara terkait kerjasama dengan PT Pembangkit Jawa-Bali dan China Huadian Engineering untuk proyek PLTU Riau-1.

Kuasa hukum Sofyan Basir, Soesilo Aribowo menyayangkan penahanan kliennya terjadi sebelum Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah. Sikap kooperatif dan permohonan kepada KPK agar proses hukum kliennya dilanjutkan sesudah Lebaran harus kandas.

“Sebenarnya sangat disayangkan ya terjadi penahanan terhadap klien saya di bulan puasa seperti ini. Sebenarnya kami ingin nanti setelah lebaran begitu,” ujar Soesilo di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (27/5/2019) malam.

Menurut Soesilo, saat diperiksa selama lima jam tadi, kliennya dicecar penyidik KPK ihawal kontrak kerjasama proyek PLTU Riau-1 karena diduga ikut menandatangani. Selain itu juga dikonfirmasi terkait pertemuan-pertemuan dengan para tersangka suap PLTU Riau-1.

“Tiga sampai empat pertanyaan, terutama soal sembilan kali pertemuan dengan Eni Saragih, Johannes Budisutrisno Kotjo termasuk dengan Pak Setnov dan Pak Idrus Marham,” tutur Soesilo.

Soesilo juga menyinggung gugatan praperadilan yang dicabut kliennya dari pengadilan. “Justru itu kemarin kita berpikir Pak Sofyan cobalah kita ingin fokus pada pokok perkaranya saja. Jadi ya itulah tapi sangat sayang ini terjadi penahanan di akhir-akhir puasa,” kata Sosilo.

Ia sendiri belum dapat memastikan kliennya akan menggunakan Justice Collaborator (JC) atau tidak, untuk membuka peran pihak lain dalam perkara suap proyek PLTU Riau-1.

Baca Sumber

Uploader: Iffan Gondrong

Categories
Hukum
No Comment

Leave a Reply

*

*

RELATED BY