Diskusi Pakar Unisba Sepakat Disertasi Seks Luar Nikah Sesat

BERITAKARYA.CO.ID, BANDUNG - Polemik tentang disertasi kontroversial seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi islam yang sedang mengambil program doktor, dimana mahasiswa tersebut berpendapat, bahwa hubungan seks di luar nikah tak melanggar syariat islam, mendapat penolakan dari berbagai kalangan.
Diskusi Keabsahan Seks Non Marital/Foto Repro unisba.ac.id/NET

Salah satunya melalui Kajian Lembaga Studi Islam dari salah seorang pakar dan guru besar Fakultas Syariah Prodi Hukum Keluarga Islam Universitas Islam Bandung (Unisba), Prof Dr HM Abdurrahman, dari hasil kajian berbagai sudut pandang baik secara fiqih maupun syariah, disertasi mahasiswa tentang hubungan seks di luar nikah tersebut sesat. Karena, mahasiswa tersebut tak mengerti terhadap Al-Quran dan sunnah.

“Sesat itu merupakan kesetan dan ketidakmengertian terhadap Alquran dan sunnah Rasul SAW,” ujar Abdurrahman seperti dilansir Republika.co.id, usai Diskusi tentang Keabsahan Hubungan Seks Non Marital, Senin (23/9/2019).

Abdurrahman sangat menyayangkan dengan lolosnya disertasi kontroversial oleh Abdul Azis tersebut. Padahal menurut Abdurrahman, disertasi mahasiswa disalah satu Universitas Islam tersebut menyalahi aturan agama.

“Harusnya disertasinya kan diperbaiki. Kedua promotornya dibaca nggak itu? Ngerti nggak?” katanya.

Dikatakan Abdurahman, dalam membuat disertasi mahasiswa tersebut mengacu pada salah satu akademisi Suriah, M. Syahrur, yang menurutnya bukan ahli Islam.

Abdurrahman sendiri tidak melarang mahasiswa tersebut mengambil rujukan akademisi Suria, asalkan tidak membenarkan pemikiranya. Karena, saat datang ke Indonesia ada ahli fiqih yang melarang Syahrur.

“Saya khawatir banyak umat yang tersesatkan. Mungkin yang namanya orang, banyak yang senang kan asal suka sama suka bebas, padahal nggak boleh,” ujarnya.

Abdurrahman menilai, seroang promotor seharusnya menolak kalau ada disertasi yang tak sesuai islam. Karena, promotor itu seharusnya ahlinya.

“Promotor harusnya membaca jangan asal tandatangan saja. Saya pikir mahasiswanya tak cukup hanya minta maaf secara terbuka dia harus berpikir minta ampun, perbaiki disertasi dan doktornya di cabut,” katanya.

Hal senada dikatakan Rektor Unisba, Edi Setiadi, kajian soal disertasi kontroversial ini digagas oleh lembaga studi Islam Unisba. Karena, memang salah satu tugasnya melahirkan konsep-konsep pemikiran Islam sebagai produk dari Unisba.

“Nah ini, kan cerita ini viral ketika disertasi seorang doktor mendapat respon dari masyarakat. Oleh karena itu kewajiban kami untuk merespon. Sebagai pemikiran  tetap melekat dan silahkan para pakar mendiskusikannya dan harus murni hasil kajian Unisba,” katanya.

Unisba, kata Edi, akan merespons tentang perdebatan terkait disertasi mahasiswa yang berpendapat, bahwa hubungan seks di luar nikah tak melanggar syariat islam. Dalam kajian tersebut, yang membahas adalah ahli fikih dan pembicara profesor semua jadi dari kemampuan ilmu sangat cukup.

“Unisba harus memberikan pencerahan pada masyarakat. Makanya kami membuat kajian ini, katanya.

Baca Sumber

Uploader: Zainal Mutakin

Categories
NasionalPendidikan
No Comment

Leave a Reply

*

*

RELATED BY