Empat Tokoh Nasional Jadi Target Pembunuhan

BERITAKARYA.CO.ID, JAKARTA – Enam tersangka Aksi 22 Mei disebut berniat membunuh empat tokoh nasional. Mereka juga mengincar salah satu pimpinan lembaga survei. Hal itu ditegaskan Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Muhammad Iqbal seperti dilansir Republika.co.id, Senin (27/5/2019).
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal/Foto Repro Tribunnews.com/NET

Tersangka berinisial TJ diminta untuk membunuh dua tokoh nasional. “Saya tidak sebutkan di depan publik (tokoh dimaksud), kami (TNI Polri, red) sudah paham siapa tokoh nasional tersebut,” ungkap Iqbal dalam konferensi pers di Kemenko Polhukam, Gambir, Jakarta Pusat seperti dilansir Republika.co.id.

Perintah membunuh dua tokoh nasional itu diterima TJ pada 14 Maret 2019 lalu dari seseorang yang memberinya uang sebesar Rp25 juta. Pada tanggal yang sama, tersangka lainnya yakni HK, juga menerima uang sebesar Rp150 juta dari orang yang sama dengan pemberi uang kepada TJ.

“12 April 2019 tersangka HK mendapatkan perintah untuk membunuh dua tokoh nasional lainnya. Jadi target kelompok ini menghabisi nyawa empat tokoh nasional,” terang Iqbal.

Pada April 2019 itu pula, ada perintah lain kepada tersangka HK, yakni untuk membunuh seorang peneliti suatu lembaga survei.

Tersangka HK bahkan sudah beberapa kali melakukan survei ke rumah tokoh-tokoh tersebut untuk kemudian dieksekusi. “Tersangka IR sudah mendapat uang Rp 5 juta,” kata dia.

Lebih jauh Iqbal mengungkapkan, semua itu berawal pada 1 Oktober 2018 silam. HK menerima perintah dari seseorang untuk membeli dua pucuk senjata api laras panjang dan dua pucuk laras pendek di wilayah Kalibata, Jakarta Selatan.

Pada 13 Oktober 2018, HK berhasil mendapatkan satu pucuk senjata api revolver cal 38 seharga Rp50 juta dari tersangka AF. Kemudian, pada 5 Maret 2019, HK kembali mendapatkan senjata api dengan membeli dari tersangka AD.

“Satu pucuk senjata api Mayer cal 22 seharga Rp5,5 juta yang diserahkan kepada tersangka AZ dan dua pucuk senjata api, laras panjang cal 22 seharga Rp15 juta dan laras pendek cal 22 seharga Rp6 juta diserahkan kepada tersangka TJ,” ujar Iqbal.

Sebelumnya, kepolisian kembali mengamankan kelompok yang ingin memanfaatkan momen Aksi 22 Mei untuk melakukan tindak kejahatan. Setidaknya ada enam tersangka yang diciduk karena memiliki senjata api berikut amunisi dan rencana pembunuhan.

Mereka dijerat Pasal 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12/1951 tentang Senjata Api. Ancaman hukuman maksimal seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun penjara.

Baca Sumber

Uploader: Iffan Gondrong

Categories
Nasional
No Comment

Leave a Reply

*

*

RELATED BY