Endang Efendi, Ketua DPRD Muda yang Kuat Memegang Prinsip

Catatan Iffan Gondrong
Ketua DPRD Cilegon sementara, Endang Efendi

Ketua DPRD Kota Cilegon Sementara, Endang Efendi

Suasana di sebuah rumah di Komplek Perumahan Arga Raya Blok Brown Stone, Kotasari, Grogol, Kotasari, Kecamatan Gerogol, Kota Cilegon berbeda dari biasanya.

Deretan kendaraan berbagai jenis tampak terparkir di sekitar rumah. Kendaraan juga terlihat terparkir di pinggiran jalan utama, karena lokasi parkir di sekitar rumah sudah penuh.

Sedikitnya empat warga sibuk mengatur kendaraan yang datang secara bergelombang ke rumah tersebut. Sementara di bagian depan sisi kiri rumah, sebuah tenda bernuansa kuning berdiri dengan kokoh.

Deretan kursi yang dinaungi tenda berukuran sekitar 4×10 meter itu hampir penuh. Nyaris tak ada kursi yang kosong.

Mereka yang datang dan duduk di kursi itu merupakan para pengusaha pribumi, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, LSM hingga para aktivis partai politik. Tak ketinggalan, juru warta yang sehari-hari mencari dan menyiarkan berita seputar Kota Cilegon juga tampak di salah satu sudut area rumah.

Di teras rumah bergaya minimalis modern, tampak meja prasmanan dengan menu khas Banten yakni Rabeg. Semua yang datang bebas menyantap makanan yang disediakan, lengkap dengan buah-buahan untuk cuci mulut. Tepat di pintu masuk rumah yang terbuka, tampak duduk tuan rumah dikelilingi tamu yang berasal dari berbagai kalangan.

Begitulah suasana di rumah H Sahruji, Ketua Kadin Kota Cilegon yang merupakan ayah dari Endang Efendi, Ketua DPRD Kota Cilegon sementara. Orang-orang yang datang merupakan kolega H Sahruji. Mereka datang untuk menyampaikan selamat kepada Endang Efendi yang baru saja dilantik sebagai Anggota sekaligus Ketua DPRD sementara.

Saya tiba di rumah orangtua Endang Efendi memang agak terlambat. Perhelatan syukuran yang boleh dibilang sederhana bagi tokoh sekelas H Sahruji itu dilakukan pas jam makan siang. Saya pun tak menyianyiakan, dan langsung ambil bagian di antrean meja prasmanan.

Sepiring nasi sudah habis, begitupun buah-buahan. Semua sudah masuk ke dalam usus untuk dicerna kemudian. Namun, saya belum melihat Ketua DPRD Cilegon sementara, Endang Efendi. Celingak-celinguk saya mencarinya, namun tetap saja tidak menemukan Sang Ketua Dewan Muda itu.

Endang Efendi merupakan anak kedua pentolan Partai Golkar Cilegon, H Sahruji. Iya merupakan wakil rakyat yang sudah dua periode duduk di DPRD Cilegon. Dia dilantik untuk ketigakalinya sebagai Anggota DPRD Cilegon.

Cara H Sahruji membentuk kepribadian Endang patut diacungi jempol. Ia tidak pernah memanjakan anaknya. Pendidikan yang keras ia terapkan kepada tiga anak-anaknya termasuk Endang. Tempaan yang keras itulah bentuk kasih sayang H Sahruji kepada anak-anaknya.

“Kasih sayang saya dalam bentuk lain. Saya tidak ingin anak-anak saya menjadi anak manja yang hanya bisa bersembunyi di belakang nama besar ayahnya. Saya tempa anak-anak saya dengan keras. Tentu dalam kontek keras yang positif. Itulah bukti kasih sayang saya,” ungkap H Sahruji.

Ia bahkan sudah mewanti-wanti kepada Endang Efendi agar dia bisa memberi arti dan bermanfaat jadi anggota dewan sekaligus Ketua DPRD Cilegon nantinya. Sebab. lanjut Sahruji, manusia yang bermanfaat adalah dia yang bisa memberi manfaat kepada orang banyak.

Keputusan DPD Partai Golkar Kota Cilegon menunjuk Endang Efendi sebagai Ketua DPRD Sementara Kota Cilegon bukan tanpa alasan. Selama 10 tahun duduk di kursi wakil rakyat, Endang sudah menempati berbagai posisi di Alat Kelengkapan Dewan (AKD). Mulai dari Ketua Banggar, Ketua Fraksi dan lain-lain. Pendek kata, Endang merupakan kader senior karena tiga kali terpilih menjadi anggota DPRD. Dia pun dinilai mampu menjalankan tugasnya.

Selain itu, Endang juga tercatat aktif sebagai pengurus DPD Golkar Cilegon. Dan yang paling membanggakan adalah perolehan suara Endang yang tembus 5.000 suara lebih dalam Pileg 2019 lalu. Maka tak heran jika kemudian Endang ditetapkan sebagai Ketua DPRD Sementara oleh DPD Partai Golkar Cilegon.

Penetapan itu juga sesuai dengan petunjuk pelaksanaan (juklak) penetapan calon pimpinan DPRD dari DPD Partai Golkar Provinsi Banten. Dalam juklak tersebut dijelaskan, DPD Partai Golkar Kota Cilegon harus mengusulkan tiga nama yang telah memenuhi kriteria.

Kriteria itu antara lain pengalaman menjabat sebagai anggota DPRD, perolehan suara terbanyak, serta pengalaman menduduki jabatan di kepengurusan partai.

Secara personal, Endang adalah sosok anak muda Cilegon yang gigih dan berani. Segala persoalan ia hadapi dengan kepala tegak. Hasil tempaan sang ayah yang keras dan tegas, secara alamiah membentuk kepribadian Endang Efendi.

Sejurus kemudian, sudut mata saya melihat kehadiran Endang Efendi. Dia keluar dari rumah orangtuanya menuju meja prasmanan. Meja prasmanan itulah tepat saya mengambil sepiring nasi dan lauk pauknya tadi.

Sambil tetap tersenyum, Endang ikut ngantre di meja prasmanan. Rambutnya masih basah. Rupanya ia baru saja menunaikan ibadah Salat Dzuhur. Makanya sedari tadi saya tidak melihat Ketua DPRD muda itu.

Dalam pandangan saya, ada yang berbeda dari penampilan Endang Efendi hari itu. Ia terlihat tampak lebih matang. Tidak terlihat lagi potongan rambut jambul ala anak-anak muda jaman now. Kini model rambutnya disisir rapih ke bagian kanan, tetapi kesan energik tetap melekat dalam dirinya. Setelah menyelesaikan makan siang, obrolan santai pun terjadi.

Hampir tak ada kata “kalah” dan “menyerah” dalam prinsip hidup Endang. Baginya, sekeras apapun hidup, pasti ada jalan untuk penyelesaiannya, selama manusia berusaha sekuat tenaga.

“Batu saja, kalau terus-terusan ditimpa tetesan air pasti akan berlubang. Keinginan yang keras dan tekad yang kuat adalah kunci dari sebuah kesuksesan. Jangan pernah menyerah. Kubur jauh-jauh kata menyerah,” katanya dalam sebuah kesempatan.

Endang mengaku tidak pernah bermimpi untuk duduk sebagai Ketua DPRD Kota Cilegon. Yang ada dalam benaknya hanyalah memberikan yang terbaik bagi Partai Golkar dengan berupaya sekuat tenaga untuk mendulang suara saat Pileg beberapa waktu lalu.

“Prinsip hidup saya, kerja keras pasti membuahkan hasil. Berleha-leha tidak akan membuahkan apa-apa. Hanya itu yang saya pegang. Nah ketua dewan ini adalah buah dari sebuah kerja keras tadi,” ujarnya.

Begitulah sosok Ketua DPRD Kota Cilegon sementara, Endang Efendi. Anak muda yang tangguh dan kuat memegang prinsip hidup. Saat ini, ia hanya berharap agar keberadaannya bisa memberi manfaat bagi seluruh masyarakat Cilegon.

Selamat bekerja Bung! jadilah wakil rakyat yang kuat memerjuangkan kepentingan rakyat. Sebab suara rakyat adalah suara tuhan!

Categories
Features
No Comment

Leave a Reply

*

*

RELATED BY

  • Glyphosate Coffee

    Namanya keren ya? Jangan mudah tergoda. Sebab glyphosate atau glifosat adalah nama senyawa kimia yang beracun. Senyawa itu sekarang bikin heboh. Konon ditemukan di Kopi Gayo. Benarkah? Ini lampu...
  • Historiamu

    Ide bisnis bisa muncul di mana saja. Saat bertemu siapa saja. Mas Agus Yulianto, direktur Baitul Tamwil Muhammadiyah (BTM) datang ke studio saya, Minggu sore. Ia ingin ngopi.Merasakan seduhan...
  • Long Berry Coffee

    Mengawali Sabtu pagi dengan segelas kopi seduh V60 saringan bambu. Saya pilih long berry coffee dari Dataran Tinggi Gayo, produksi Aman Kuba, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah. Aman Kuba adalah...
  • Aman Kuba

    Takengon adalah kopi. Kopi adalah Gayo. Saya menikmati kopi dan humornya. Takengon dan kopi Gayo terlalu identik. Kawasan dataran tinggi Gayo di Kabupaten Aceh Tengah itu memang terkenal sebagai...