Fakih Usman dan Kelakarnya yang “Nakal”

Catatan Iffan Gondrong
TANDTANGAN - Ketua DPRD Cilegon, Fakih Usman Umar menandatangani naskah penetapan calon Wakil Walikota Cilegon sisa masa jabatan 2016-2021/beritakarya.co.id

Kamis (11/4/2019) pagi, ruas jalan protokol di depan Kantor Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Cilegon yang memisahkan Gedung Setda Kota Cilegon dengan Gedung DPRD Kota Cilegon ditutup alias tidak bisa dilewati kendaraan.

Dua tenda dengan ratusan kursi di bawahnya tertata dengan rapih. Jalanan mulus yang cukup luas itu pun disulap menjadi tempat konsentrasi masyarakat yang ingin mendengarkan paparan visi dan misi dua calon Wakil Walikota Cilegon yakni Ratu Ati Marliati dan Reno Yanuar.

Pengeras suara berkekuatan ribuan watt tegak berdiri di dua titik tepat di trotoar yang sudah menjadi tempat konsentrasi masyarakat itu. Suaranya keras, bening, dan terdengar hingga radius 1 kilometeran.

Sementara halaman parkir Gedung DPRD Kota Cilegon penuh sesak oleh kendaraan yang dipastikan milik para Anggota DPRD setempat. Pihak Pengamanan Dalam (Pamdal) DPRD Cilegon sigap berdiri di depan gerbang masuk utama, memeriksa kendaraan, dan memersilahkan masuk jika kendaraan tersebut adalah kendaraan pihak-pihak yang berkepentingan dengan Rapat Paripurna Pemaparan Visi Misi dan Program Kerja dua calon Wakil Walikota Cilegon.

Di Ruang Rapat Paripurna dengan konsep prosenium yang dilengkapi balkon sudah penuh sesak pula. Deretan kursi tamu undangan di depan panggung utama dan di kedua sisi gedung pun demikian. Hampir tak ada kursi yang kosong. Penuh, namun seisi ruangan tidak sampai kepanasan, karena fasilitas AC yang tersedia memang dirancang untuk acara-acara besar seperti itu.

Di panggung utama, duduk Ketua DPRD Cilegon, Fakih Usman Umar didampingi dua Wakil Ketua DPRD yakni Syihabudin Sibli  dan Nana Sumarna. Tak ketinggalan Walikota Cilegon, Edi Ariadi dengan stelan safari yang sepadan dan terlihat perlente, ada juga di panggung utama.

Pagi itu, sesuai dengan agenda yakni Pemaparan Visi Misi dan Program Kerja dua calon Wakil Walikota Cilegon, suasana di dalam Ruang Rapat Paripurna tampak ritus. Atmosfir politik terasa begitu kental. Pendukung masing-masing calon wakil walikota, sudah siap untuk mendengarkan secara serius pemaparan jagoan mereka.

Tapi tak bisa dipungkiri, bahwa kebiasaan buruk main HP di acara resmi seperti itu tetap saja terlihat. Bahkan Anggota Dewan Yang Terhormat pun tak luput dari kebiasaan tersebut.

Saking ritusnya, karena hari itu menjadi titik awal dari perjalanan sejarah Kota Cilegon, suasana di dalam Ruang Rapat Paripurna pun terasa sangat bahkan sangat serius. Ada ketegangan yang tersirat, meski tidak setegang nonton film horor yang kadang hantunya perparas cantik dan seksi.

Ketegangan itu rupanya terbaca oleh Ketua DPRD Kota Cilegon, Fakih Usman Umar. Sebagai politisi senior yang saat ini menjadi Caleg DPR RI Partai Golkar Nomor Urut 5 Dapil Banten 2 yang meliputi Kota Serang, Kabupaten Serang dan Cilegon, Fakih Usman Umar tentu sudah hafal betul situasi seperti itu. Terlebih pada periode sebelumnya Fakih Usman pernah menjadi Anggota DPRD Banten.

Meski tak selucu kelakar Sule di tv-tv, nyatanya kelakar Fakih Usman yang sedikit nakal pun berhasil mencairkan suasana. Baik saat menyerahkan palu sidang ke Panitia Pemilihan (Panlih) maupun mengambil kembali palu sidang yang diserahkan Ketua Panlih, sukses membuat peserta yang hadir tertawa. Kelakar nakal itu rupanya menjadi obat bagi ketegangan yang entah karena alasan apa.

Bukan hanya itu, Fakih Usman Umar terus melemparkan kelakar-kelakar “nakal” yang lagi-lagi sukses membuat audiens tertawa. Salah satunya saat pejabat Kemenag Cilegon yang baru saja selesai membaca doa diakhir acara, langsung didoakan oleh Fakih Usman.

“Terima kasih. Saya doakan Bapak yang membaca doa tadi menjadi Kepala Kemenag. Enggak apa-apakan kita berdoa. Namanya juga doa. Beliau kan tadi sudah berdoa untuk kesuksesan acara ini, tak ada salahnya gantian kita yang berdoa untuk beliau. Sepakat?” kata Fakih Usman. Pertanyaan itu langsung disambut kata “sepakaaaat” diringi riuh tawa audiens yang hadir.

Setiap kelakar dilontarkan Fakih Usman, sontak ketegangan kembali mencair. Begitu dan terus begitu hingga Rapat Paripurna berakhir. Memang, kadang tertawa itu penting untuk menghilangkan kepenatan. Tapi saya tentu berharap Fakih Usman tidak berkelakar terkait pencalonan dirinya sebagai Caleg DPR RI Nomor Urut 5.(*)

Categories
Features
No Comment

Leave a Reply

*

*

RELATED BY

  • Mengharukan! Sebelum Dilantik Ratu Ati Minta Izin ke Suami dan Anak

    Kantor Yayasan Al-Ishlah yang selama ini menjadi kantor sementara Hj Ratu Ati Marliati pasca pengunduran dirinya sebagai Kepala Bappeda menyusul pencalonan sebagai Wakil Walikota Cilegon malam tadi tampak ramai....
  • Terobosan Rentenir Online

    Gara-gara tulisan Pak Syahrul Rusli, saya harus kembali membuka buku ‘’Kemilau Bisnis Gadai’’. Buku ini karya Pak Syarul. Saya sebagai editornya. Dalam artikel pendeknya, CEO PT Pesonna Optima Jaya...
  • Mulailah Bisnis dari yang Ada

    Lokasi studio webinar terbaru saya ini sebenarnya nyelempit. Berada di gang kecil. Di belakang Pasar PSPT. Gang itu hanya bisa dilewati satu mobil. Tidak punya lahan parkir pula. Tamu-tamu...
  • Bank Infak

    Ingin punya bisnis tapi kurang modal? Jangan patah arang. Ajak beberapa orang untuk patungan modal. Sampai cukup. Sehingga usaha yang Anda rencanakan bisa berjalan. Patungan modal bukan konsep baru....