Incar Saham Pelabuhan, KS Jadikan Lahan Pemkot dan DPRD Alat Bergaining

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Nasib kelanjutan pembangunan Pelabuhan Warnasari milik Pemkot makin suram.
Ilustrasi PT PCM/NET

Itu terjadi setelah PT Krakatau Steel (KS) tidak memberikan lahan untuk jalan akses masuk Pelabuhan Warnasari. Lahan tersebut tepat di samping Krakatau Osaka Steel (KOS), di Kawasan Industrial Estate Cilegon (KIEC).

Ketua Fraksi PDI-P DPRD Kota Cilegon Yusuf Amin mengaku telah mendapat penjelasan bahwa PT KS belum memberikan lahan untuk akses masuk pelabuhan.

“Pembangunan Pelabuhan Warnasari masih mandek tuh. Katanya akses masuknya belum diberikan PT KS,” kata Yusuf Amin, Selasa (23/7/2019).

Gara-gara itu pula, tiga perusahaan yang telah digandeng PT PCM untuk membangun PelabuhanWarnasari, belum mau bekerja. Sebab salah satu klausul MoU antara PT PCM dengan ketiga perusahaan tersebut salah satunya akses masuk harus sudah diberikan PT KS.

“Tiga perusahaan itu belum mau menggarap pelabuhan kalau aksesnya belum dibuka PT KS. Itu masuk dalam salah satu perjanjian antara PT KS dengan ketiga perusaah itu,” ujarnya.

Alasan PT KS menahan lahan akses masuk, lanjut Yusuf Amin, karena KS ingin memiliki saham di Pelabuhan Warnasari. Alat tawar menawar PT KS, tidak lain adalah lahan DPRD Kota Cilegon dan Setda Pemkot Cilegon yang merupakan lahan milik PT KS.

“Mereka ingin aset KS di lahan DPRD dan setda sebagai penyertaan modal Pelabuhan Warnasari,” tuturnya.

Sekertaris Fraksi Kebangkitan Demokrasi DPRD Kota Cilegon, Rahmatulloh, membenarkan hal tersebut.

Menurutnya, masalah itu diungkapkan PT PCM saat rapat gabungan di Jakarta, beberapa waktu lalu.

“PT KS inginnya ada penyertaan modal, menggunakan aset lahan di atas gedung Dewan dan Setda. PT PCM menolak itu, jadilah mandek,” ungkapnya.

Banyaknya masalah yang mendera PT PCM membuat progres pembangunan Pelabuhan Warnasari terus molor.

Ia pun mempertanyakan alokasi penyertaan modal Pemkot Cilegon senilai Rp98,5 miliar yang kini berada di kas PT PCM.

“Ketika progres pembangunan Pelabuhan Warnasari mandek, saya kira tidak etis jika penyertaan modal Rp98,5 miliar terus disimpan di kas PT PCM. Saya sarankan tarik kembali anggaran itu ke kas daerah, agar bisa lebih bermanfaat untuk agenda Pemkot yang lain,” katanya.

Direktur Utama PT PCM, Arief Rifai Madawi enggan berkomentar tentang keinginan PT KS menggunakan aset lahan Dewan dan Setda sebagai penyertaan modal Pelabuhan Warnasari.

“Kalau itu urusannya dengan Setda,” ujarnya kepada wartawan.

Arief menegaskan, akses masuk Pelabuhan Warnasari masih masuk dalam perjanjian tukar guling yang disepakati Pemkot Cilegon dengan PT KS.

“Seharusnya tidak perlu dipersoalkan lahi, sebab itu sudah masuk bagian dari perjanjian tukar guling,” pungkasnya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi dari pihak PT KS terkait hal tersebut.

Iffan Gondrong

Categories
Cilegon
No Comment

Leave a Reply

*

*

RELATED BY