Infrastruktur untuk Siapa?

Catatan Dr Fauzi Sanusi*
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untirta, Dr Fauzi Sanusi di posko peduli tsunami/beritakarya.co.id

Kami beserta rombongan FEB UNTIRTA baru saja kembali dari Desa Taman Jaya, Kecamatan Sumur, Pandeglang, Banten, setelah dua hari berinteraksi dengan masyarakat terdampak Tsunami Selat Sunda di sana. Lokasinya hampir mencapai Taman Nasional Ujung Kulon.

Medan jalan luar biasa berat. Jangan mencari aspal atau beton jalan di sini. Jalur Cibaliung-Sumur-Taman Jaya atau Jalur Tanjung Lesung-Sumur-Taman Jaya bukan rusak karena tsunami, tapi nyaris belum tersentuh pembangunan jalan, sementara daerah itu potensi wisatanya luar biasa besar.

Saya membayangkan, andaikata Pak Kades diundang rapat oleh Bupati Pandeglang atau Gubernur Banten, bisa-bisa tua di jalan itu Pak Kades. Bagaiamana tidak, waktu tempuh dari Desa Taman Jaya ke pusat kabupaten berjarak 100 KM tersebut membutuh kesabaran dan ketahanan fisik yang prima, karena waktu tempuh lebih dari 5 jam.

Kemudian saya membayangkan lagi, jika ibu hamil “kebelet” untuk melahirkan secara khusus yang butuh penanganan medis. Coba betapa berat penderitaan sang ibu hamil tersebut.

Terbayang betapa sulitnya jalur distribusi hasil-hasil pertanian dan perkebunan masyarakat di sini. Belum lagi bicara kesehatan, pendidikan atau ekonomi kerakyatan.

Lalu dalam hati saya bertanya : Kemana saja alokasi anggaran pemerintah selama ini. Ternyata Infrastruktur yang selama ini digaungkan belum atau bukan untuk masyarakat daerah yang sekarang terdampak tsunami tersebut.

Mudah2an peristiwa tsunami ini dapat memalingkan perhatian pemerintah yang sedang berkuasa kearah daerah yang nyaris terlupakan ini.

SEMOGA.

*Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untirta, Serang, Banten

Categories
Opini
No Comment

Leave a Reply

*

*

RELATED BY