Kendalikan Dari Dalam Lapas, Adam Kembali Terjerat Kasus Narkotika

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Kasus penyelundupan narkotika kembali terjadi, dengan berbagai modus operasi, para pelaku mencoba untuk mengirimkan barang haram tersebut.
Petugas Kejari Cilegon, saat akan membawa terdakwa ke rutan/Beritakarya.co.id

Kali ini, Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilegon tengah menangani kasus penyelundupan narkotika yang diduga dikendalikan oleh Muhammad Adam, seorang narapidana di dalam Lapas Cilegon.

Dari keterangan yang diberikan Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Cilegon, Norman mengatakan, 5 orang terdakwa yakni Muhammad Adam, Darwis, Mirnawati alias Mimi, Candra Okto Libya, dan Akbar alias Ambang, merupakan jaringan yang akan mengirimkan sabu dan pil ekstasi dari Sumatera menuju Jakarta Timur.

“Untuk sementara ini pelaku utamanya Adam yang mengendalikan, dia yang menciptakan manusia yang bawa barang, tujuan terakhirnya di Jakarta,” kata Norman saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (5/12/2019).

Norman menjelaskan, pil ekstasi sebanyak 31.439 butir atau seberat 10.223,5 gram dan narkotika jenis sabu sebanyak 20.800 gram yang dikemas dalam 20 bungkus itu berasal dari Jambi, Sumatera, yang dibawa dengan menggunakan 1 unit mobil pikap Hilux yang disembunyikan di dalam ban serep oleh kurir yang bernama Darwis dan Mirnawati alias Mimi, yang keduanya merupakan suami istri.

Sesampainya di Cilegon, barang tersebut siap dibawa oleh Candra Okto Libya untuk dikirimkan ke salah satu hotel ternama di Jatinegara, Jakarta Timur.

“Awalnya Darwis dan Mimi, Darwis bawa mobil. Karena melalui darat, kemudian sampai di Cilegon ditangkap oleh BNN, disini itu sudah ada sama si Mimi. Dari sini ada Candra juga yang bawa mobil, itu udah ditangkap, tapi ada kontrol delivery untuk melanjutkan, sampai ke jakarta di hotel di Jalan Otto Iskandardinata, Jatinegara, Jakarta Timur,” jelasnya.

Norman juga mengatakan, Barang yang dikirim melalui jalur darat dari Cilegon tersebut kemudian diantar ke Jakarta Timur dan siap diterima oleh Akbar alias Ambang atas instruksi Muhammad Adam.

“Kalau dugaan sementara sih memang, Adam yang mencari peran-peran ini, mulai dari yang bawa sampai yang menerima. Sampai saat ini untuk rencana pengiriman sabu dan ekstasi putus di Jakarta,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Kepala Kejari Cilegon, Andi Mirnawati saat ini semua berkas kelima terdakwa akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Serang.

“Ada 5 terdakwa, berkas segera dilimpahkan ke persidangan. Mereka dijerat dengan pasal 114 ayat 2 juncto pasal 132 ayat 1, atau pasal 112 ayat 2 juncto pasal 132 ayat 1, Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan maksimal hukuman mati atau seumur hidup,” pungkasnya.

Zainal Mutakin

Categories
CilegonHukum
No Comment

Leave a Reply

*

*

google.com, pub-1102232992410596, DIRECT, f08c47fec0942fa0

RELATED BY