Keukeuh Bisnis Lumpur, Dewan Minta PCM Bertanggung Jawab

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Penampungan lumpur PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) di lahan Warnasari menjadi perhatian serius DPRD Kota Cilegon.
AUDIENSi: Suasana audiensi antara Banggar DPRD Kota Cilegon dengan PT PCM/beritakarya.co.id

DPRD Kota Cilegon menilai bisnis lumpur antara PT Lotte dengan PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) itu berpotensi bermasalah. Karenanya, pihak legislatif meminta PT PCM bertanggung jawab terhadap kemungkinan-kemungkinan buruk yang dapat terjadi.

Hal itu diungkapkan sejumlah anggota DPRD Kota Cilegon dalam audiensi antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Cilegon dengan PT PCM, di ruang rapat DPRD Kota Cilegon, Kamis (8/8/2019).

PT PCM keukeuh untuk menggeluti bisnis pembuangan lumpur PT LCI. Hal itulah yang membuat DPRD gerah dan memanggil pihak PT PCM.

“Jadi tidak apa-apa ya kalau bisnis itu dilanjutkan. PT PCM berani bertanggung jawab kan kalau ke depan terjadi apa-apa,” ujar Ketua Banggar DPRD Kota Cilegon, Isro Mi’raj saat audiensi berlangsung.

Anggota Banggar DPRD Kota Cilegon lainnya, Sofwan Marjuki mempertahankan apa pasal yang menyebabkan PT PCM bersikukuh untuk menggeluti bisnis diluar core bussines itu, terlebih PT PCM tidak berhubungan langsung dengan PT LCI, melainkan dengan PT Mira.

“Apakah perusahaan tidak khawatir akan adanya potensi masalah hukum, apalagi PT PCM tidak berbisnis langsung dengan Lotte, melainkan dengan pihak ketiga,” ujarnya.

Sementara Rahmatulloh mempertanyakan progres perizinan Pelabuhan Warnasari, khususnya dalam hal izin Analisa Dampak Lingkungan (Amdal). Ia juga menyoroti rencana PT PCM melepas aset seluas 10 hektare pelabuhan tersebut.

“Saya mengingatkan, melepaskan lahan seluas 10 hektar tidak tercantum dalam RPJMD. Apakah langkah itu tidak berpotensi hukum. Begitu juga dalam persoalan Anda, sudah sejauh mana. Apakah kegiatan lumpur tidak akan berdampak pada proses amdal,” tuturnya.

Terpisah, Dirut PT PCM, Arif Riva’i Madawi menjelaskan bahwa pembuangan lumpur di Pelabuhan Warnasari cukup menguntungkan jika dilihat dari berbagai sisi.

“Selain untuk menutup lahan rawa, perusahaan pun mendapatkan keuntungan. Ini pun akan meringankan kerjaan investor saat mau membangun, mereka gak perlublagi mengiruk wilayah rawa, karena sudah diuruk lumpur,” ungkapnya.

Suasana audiensi antara Banggar DPRD Kota Cilegon dengan OT PCM/beritakarya.co.id

Categories
Cilegon
No Comment

Leave a Reply

*

*

RELATED BY