Kini, Orang Gila Pun Tak Punya Rasa Aman

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Pemerintah daerah dan aparat terkait harus secara serius menangkal isu liar di media sosial tentang pelaku penculikan anak yang dilakukan oleh orang yang pura-pura gila.
Ilustrasi/NET

Jika tidak, maka akan lebih banyak korban berjatuhan, yang kesemuanya adalah orang kurang waras.

Isu penculikan anak yang melibatkan orang yang didiuga pura-pura gila dan jadi gelandangan nampaknya sudah masuk begitu dalam di benak masyarakat kita.

Baca Juga: Tragis! Orang Gila Jadi Korban Orang Waras

Akibatnya, orang gila dan gelandangan sekalipun menjadi korban dari isu liar begitu massif di media sosial. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerinta daerah dan aparat kepolisian, namun upaya itu belum cukup sebab karena isu itu sudah masuk ke kedalaman jiwa warga masyarakat, maka korban pun terus berjatuhan.

Setelah sebelumnya di Kota Cilegon dimana seorang gelandangan tewas dihajar massa karena dicurigai sebagai penculik anak, kasus serupa terjadi di Kampung Salira Umbul Indah RT 03 RW 05, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang, Banten.

Di lokasi itu, seorang pemuda yang belum diketahui indentitasnya dihakimi massa hingga tewas. Penyebabnya tentu saja sama, dia dicurigai sebagai penculik anak. Aksi main hakim sendiri itu terjadi pada hari Jumat (24/3/2017) malam lalu sekitar pukul 21.36 WIB.

Kapolsek Puloampel, Iptu Haerul Maulan yang dikonfirmasi  membenarkan peristiwa pengeroyakan tersebut. Dia mengatakan belum diketahui apa penyebab pasti sehingga terjadinya pengeroyokan itu.

“Kita belum bisa memastikan apa motif pengeroyokan ini, apakah terkait dengan isu penculikan atau tidak karena masih dalam proses penyelidikan. Apalagi saat pengeroyokan terjadi, jumlah massa sangat banyak” kata Iptu Haerul Maulana, Sabtu (25/3/2017).

Berdasarkan proses penyelidikan awal,lanjutnya, korban adalah orang gila. “Hal itu kita lihat dari isi tas milik korban seperti uang mainan dan senjata mainan,” jelasnya menambahkan.

Lebih lanjut Kapolsek mengatakan, jenazah korban yang sebelumnya dibawa ke RSUD Panggungrawi Cilegon, kini telah dipindahkan ke RSUD Serang untuk dilakukan otopsi.

Polisi Pun Jadi Korban

Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi main hakim sendiri itu juga mengakibatkan salah satu anggota Polsek Puloampel yakni Brigadir Ahmad Nurhadi mengalami luka di kepala ketika berusaha menghalangi dan mengamankan korban dari amukan massa.

Dalam foto yang dimiliki redaksi www.beritakarya.co.id, korban berperawakan kurus dan mengenakan celana jeans belel dengan bertelanjang dada itu kondisinya sangat mengenaskan.

Darahnya tercecer dimana-mana, dan tubuh yang tak mengenakan pakaian pun penuh dengan darah. Petugas yang mengevakuasi korban juga tangannya penuh dilumuri darah. Sementara warga sekitar menyaksikan itu dengan penuh penasaran.

(Foto-foto peristiwa itu tidak kami tayangkan, karena bernuansa kekerasan, red)

Tragis memang. Isu di media sosial yang belum jelas kebenarannya itu telah merenggut nyawa manusia. Parahnya, korban ada para orang gila, mereka dihakimi oleh orang yang mengaku waras.(K1)

Editor: Iffan Gondrong

Bagaimana Menurut Anda?

Categories
Serang
No Comment

Leave a Reply

*

*

google.com, pub-1102232992410596, DIRECT, f08c47fec0942fa0

RELATED BY