Lahan Warnasari Jadi Lokasi Pembuangan Lumpur Lotte

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Lama tak terdengar bagaimana progres rencana pembangunan Pelabuhan Warnasari, tiba-tiba saja publik dikejutkan dengan pembuangan lumpur milik PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) ke lahan Warnasari.

Pihak PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) mengakui pembuangan lumpur ke lahan bakal Pelabuhan Warnasari, tetapi membantah jika disebut lokasi pembuangan lumpur milik PT Lotte itu hutan mangrove. Pihak PT PCM mengatakan bahwa lokasi tersebut adalah rawa.

Perlu diketahui, PT PCM yang merupakan perusahaan daerah yang bergerak di bidang kepelabuhanan itu menjalin bisnis penampungan lumpur dari area pembangunan pabrik PT LCI dengan PT Nira.

PT Nira mendapatkan kontrak pengangkutan lumpur dari PT Hans Jaya, anak perusahaan PT Engineering and Contruction (E&C) yang merupakan pelaksana pembangunan pabrik PT LCI. Rencananya, PT Nira mengangkut 250 ribu kubik lumpur untuk dibuang di area Pelabuhan Warnasasi seluas 3 hektar.

Direktur Utama PT PCM Arief Rifai Madawi, membenarkan tengah menjalin kerja sama dengan PT Nira. Menurutnya, kerja sama itu membantu neraca keuangan PT PCM yang tengah lesu.

“Memang beberapa bulan terakhir, pendapatan dari sektor pendapatan jasa banyak berkurang. Ini pengaruh dari tahun politik. Jadi sebetulnya ini untuk menambah neraca agar tidak tergerus dari sisi persoalan kemarin. Semata-mata untuk kepentingan perusahaan,” kata Arief Madawi kepada wartawan, Senin (8/7/2019).

Selain dari sisi finansial, lanjut Arief, kegiatan pembuangan lumpur di lahan Pelabuhan Warnasai itu juga menguntungkan dari sisi tekstur lahan. Urukan lumpur bisa membantu mengeraskan area rawa tersebut.

“Jika rawa itu diuruk lumpur, lama-lama kan mengering. Sehingga area itu tidak lagi terkena rob, juga abrasi,” tuturnya.

Selain itu, area rawa akan subur dengan adanya tumpukan lumpur PT LCI, sehingga memudahkan pihaknya dalam kegiatan penghijauan di kemudian hari.

“Kalau tanahnya subur, kan mudah melakukan penanaman pohonnya. Karena salah satu agenda kami di Pelabuhan Warnasari adalah penghijauan,” ungkapnya.

Direktur Operasibal dan Komersil PT PCM, Akmal Firmansyah menambahkan, keuntungan dari kegiatan tersebut diakui cukup besar. Bahkan ke depan, pihaknya telah mendapatkan penawaran sewa lahan dari PT LCI.

Namun, dia enggan mengungkapkan berapa besaran keuntungan yang dimaksud. Alasannya tidak etis jika diungkapkan.

“Pihak Lotte juga sudah datang, berniat untuk menyewa lahan di area pantai Pelabuhan Warnasari untuk satu tahun. Sewanya Rp30 ribu per meter. Tapi ini belum saya setujui, masih tawar menawar,” katanya.

Menurut Akmal, dengan diuruknya rawa oleh lumpur PT LCI, akan membuat kandungan air laut pada rawa mengering. Ini akan memudahkan pihaknya dalam melakukan pembangunan pelabuhan.

“Rawa itu punya kedalaman 5 meter. Ketika ditumpuk lumpur, maka akan terjadi pengeringan. Ini memudahkan kami untuk dikelola, terutama dari pihak ketiga,” pungkasnya.

Iffan Gondrong

Categories
Cilegon
No Comment

Leave a Reply

*

*

RELATED BY