Mangrove Pohon Kehidupan

Catatan Huluful Fahmi

Matahari belum tinggi benar. Namun sepertinya pagi ini langit akan cerah, mungkin akan terik di siang hari.

Aktifitas kota industri pukul setengah delapan sudah terlihat begitu padat. Begitu juga di pelabuhan, mobil besar pengangkut sudah kesana kemari.

Alat berat, serta mesin-mesin menjulang tinggi sudah berbaur, bekerja beradu dalam satu aktifitas yang saling sinergi antara mesin dan manusia. Dan membantuk produktiftasnya masing-masing.

Harmoni dalam satu tujuan yang sama. Semuanya berjalan mengikuti mekanismenya. Beraneka ragam, mesin, manusia, alam, laut, udara, menjalankan fungsinya masing-masing.

Proporsi antara satu dan lainnya membuat perpaduan nya sendiri. Begitulah cara kehidupan mencipta detil aktifitas.

Ratusan pegawai yang mengenakan seragam orange berhambur keluar menuju pos tujuh. Pagi ini Jumat (30/8/2019) akan ada sebuah program penghijauan.

Penanaman bibit mangrove sebanyak 500 batang, yang akan ditanam oleh segenap managemen PT Krakatau Bandar Samudera (KBS), salah satu anak perusahaan PT Krakatau Steel yang sukses dan maju pesat di bidang port.

Area penanaman cukup luas. Terlihat rimbun mangrove yang sudah ada disana sebelumnya. Entah sejak kapan, namun area ini begitu terlihat kontras.

Ditengah himpitan pabrik, industri dan cerobong mesin industri, namun ada sedikit area menekuk mengikuti muara sungai seolah membentuk perisai pantai, dan melindunginya.

Di belakang hutan mangrove ini berbatasan langsung dengan industri-industri. Jadi, hutan kecil ini seperti mengintrupsi, dan menjadi jeda ditengah aktifitas yang bernuansa maskulin, serta kerasnya aroma aktifitas industri.

Dan hutan mangrove inilah menjadi oase. Pohon mangrove merupakan pohon kehidupan. Paling tidak memiliki dua fungsi dasar yakni, fungsi ekologis dan ekonomis.

Sebagai fungsi ekologis hutam mangrove sebagai habitat atau tempat hidup binatang laut untuk berlindung, mencari makanan, dan berkembang biak. Fungsi ekologis lainnya juga dapat melindungi pantai dari abrasi laut, serta dapat menjernihkan air.

Sementara fungsi ekonomisnya hutan mangrove jika dikelola dengan baik, dapat digunakan sebagai kebutuhan kayu bakar, dan bahan pembuat arang.

Hutan mangrove juga bisa berguna untuk bahan dasar obat-obatan, bahan pengawet, makanan, dan kosmetik.

Acara dibuka dengan sebuah seremoni sederhana, dibuka oleh pembawa acara dari Divisi Coorporate Social Responisibility, Dedi Juanda, yang membagikan standard safety dalam bekerja, sarung tangan dan sepatu boot dibagikan untuk dikenakan.

Direktur utama memberikan sambutan serta arahannya, dan memimpin langsung kegiatan pagi ini.

Dalam sambutannya, Direktur Utama KBS, Alugoro Mulyowahyudi, mengatakan bahwa kegiatan pagi ini merupakan bentuk komitmen managemen untuk mewujudkan pelabuhan KBS mendapat predikat Green Port.

Alugoro juga menjelaskan bahwa program ini dilakukan oleh seluruh karyawan KBS sebagai bentuk kepeduliannya, dengan melakukan Volunteer Hours dan memenuhi Satuan Kerja Induk (SKI) yang harus dipenuhi 18 jam dalam satu tahun.

Pak Alu, begitu biasa dipanggil, merupakan direktur utama dengan tipikal pekerja keras dengan mengedapankan nilai-nilai profesionalisme.

Selain menggawangi soal kepelabuhanan di KBS, sentuhan bisnisnya banyak tersebar dalam berbagai macam bidang usaha.

Mulai kuliner, cafe-cafe, homestay, galery, belakangan kerap aktif dalam kemasan yang milenial, yakni nge-vlog dan menjadi youtuber.

Selain itu, dunia akademisinya tidak pernah ia tinggalkan, dengan kerap mengajar rutin pada perguruan tinggi. Sebuah perpaduan yang cukup lengkap. Menselaraskan berbagai macam disiplin ilmu. Tentu ini menjadi nilai lebih tersendiri.

Saya sebagai Ketua Cilegon Corporate Social Responsibility (CCSR) merespon positif kegiatan yang dilakukan KBS.

“Ternyata di area KBS masih memliki slot sedikit untuk bisa menanam mangrove. Tempatnya bagus, tepat di sekeliling muara sungai yang langsung berhadapan dengan laut, yang sudah dikelililingi oleh industri,” begitu kata saya dalam hati.

Pohon mangrove di sini juga terlihat tumbuh subur, terlihat enak dan hijau, lebih jauh ini bisa dijadikan perisai pantai untuk mencegah abrasi yang ditimbulkan.

Saya berharap kegiatan ini tidak hanya dijadikan sebagai program sektoral saja, namun seluruh industri yang ada yang di pinggiran pantai mesti turut peduli dalam menjaga lingkungan disekitarnya, terutama laut yang memang jarang tersentuh.

Terimakasih PT KBS sudah turut menjaga batas laut dengan program CSR nya.

KBS kerap mensinergikan programnya bersama kami, membantu pemerintah daerah dalam berbagai program sosial.

Hal ini penting dan patut ditiru oleh perusahaan yang lain, karena sesungguhnya, CSR industri ini dapat membantu sekali dalam percepatan pembangunan daerah, tentu dengan mensinergikannya dengan program daerah melalui CCSR, agar tidak terjadi tumpang tindih.

Masih dalam kesempatan yang sama, Dedi juanda, Kadiv CSR KBS menambahkan bahwa kegiatan penanaman mangrove ini sebenarnya dibagi menjadi dua sesi, internal dan eksternal. Internal dilakukan di kawasan KBS, dan eksternal akan dilaksanakan diluar wilayah pelabuhan, dengan jumlah yang akan ditanam 2000an batang bibit mangrove.

Setelah seluruh mangrove tertanam dengan baik, kegiatan ditutup dengan sarapan serta ramah tamah. Makan bareng, dalam nuansa yang guyub antara pegawai satu dengan lainnya. Tak terkecuali para direksi, berbaur menjadi satu dalam nuansa yang kompak dan penuh nilai kekeluargaan.

Begitulah sejatinya kehidupan, seperti mangrove yang barusan kita tanam. Akarnya yang panjang dan kuat mencakar jauh kedalam tanah dan rawa, sercara bersama-sama saling mengutkan, memagari dan memberikan kehidupan.

Namun tunasnya akan terus tumbuh menjulang ke langit yang tinggi. Salam*

Categories
Features
No Comment

Leave a Reply

*

*

RELATED BY

  • Semua Karena Cinta

    Cinta bukanlah kelemahlembutan atau kemurahan hati, atau apa saja dari kebaikan-kebaikan yang diberikan atau tidak diberikan dengan panjang lebar. Cinta adalah membagi, memahami, memberikan kebebasan, menjawab panggilan. Dan cinta...
  • Glyphosate Coffee

    Namanya keren ya? Jangan mudah tergoda. Sebab glyphosate atau glifosat adalah nama senyawa kimia yang beracun. Senyawa itu sekarang bikin heboh. Konon ditemukan di Kopi Gayo. Benarkah? Ini lampu...
  • Historiamu

    Ide bisnis bisa muncul di mana saja. Saat bertemu siapa saja. Mas Agus Yulianto, direktur Baitul Tamwil Muhammadiyah (BTM) datang ke studio saya, Minggu sore. Ia ingin ngopi.Merasakan seduhan...
  • Long Berry Coffee

    Mengawali Sabtu pagi dengan segelas kopi seduh V60 saringan bambu. Saya pilih long berry coffee dari Dataran Tinggi Gayo, produksi Aman Kuba, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah. Aman Kuba adalah...