Mobil Pikap Jatuh dari Kapal

BERITAKARYA.CO.ID, MERAK - Cuaca di Pelabuhan Merak khususnya arus bawah laut tampaknya sedang kurang baik.

Itu terlihat dari peristiwa dimana sebuah mobil pikap nomor polisi BE 8502 O Mitsubishi L-300 bermuatan pisang, jatuh ke laut ketika bongkar muat di Dermaga 7 Pelabuhan Merak, Kamis (22/8/2019).

Periatiwa bermula saat kapal Roro Mufidah yang hendak merapat di dermaga tidak stabil saat hendak melakukan bongkar muat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa terjadi sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu, mobil yang dikendarai Apri (30), warga Lampung, hendak keluar kapal, melalui movable bridge (MB) Dermaga VII.

Arus bawah laut yang kencang di Dermaga VII menyebabkan kapal milik PT Jemla Ferry itu tidak stabil. Pintu kapal tidak rapat.

“Pas mobil saya keluar, pintu kapal goyang. Kapalnya juga mundur menjauhi MB, jadinya pintu kapal ke MB gak nempel,” kata Apri saat diwawancara wartawan.

Apri seketika memindahkan gigi transmisi, dari gigi 1 ke transmisi mundur.

Sayangnya upaya Apri yang saat itu ditemani kondektur Zona (28) gagal. Mobil bermuatan penuh pisang tidak bisa diselamatkan dan nyemplung ke laut.

“Saya sudah berusaha, tapi gak bisa mundur. Akhirnya kami keluar mobil lalu loncat ke MB sebelum nyemplung ke laut,” tuturnya.

Kepala SAR PT ASDP Cabang Merak, Radmiadi mengatakan, sopir dan kondektur langsung diperiksa kesehatan. Tidak ada luka berarti yang diderita Apri dan Zona.

“Keduanya hanya mengeluhkan sakit pinggang,” katanya.

Sekitar pukul 11.00 WIB, mobil pikap kemudian dievakuasi. Butuh waktu 1 jam untuk mengambil mobil dari dasar dermaga, menggunakan alat berat crane milik PT PP.

Terpisah, Kepala Cabang PT Jemla Ferry, Koko Setiabudi mengatakan, proses evakuasi berjalan tanpa kendala.

“Saya rasa tidak ada yang parah. Kami dibantu dari crane PP dan penyelam dari Timas. Alhamdulilah, prosesnya berjalan lancar dan cepat,” pungkasnya.

Iffan Gondrong

Categories
Cilegon
No Comment

Leave a Reply

*

*

RELATED BY