Nurani Dhuafa dan ASA Beton Bangun Taman Baca Warga Pinggir Kali

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Anak-anak usia belasan tahun itu begitu riang. Mereka berlarian kesana kemari, bermain, lalu tertawa.

Tak ada beban dalam benak mereka. Wajah-wajah polos itu hanya tahu bahwa mereka bakal punya tempat untuk membaca berupa taman baca. Taman Baca Nawacita. Begitu namanya.

Ya. Mereka adalah anak-anak warga pinggiran kali Taman Cilegon Indah, yang kedepan mudah-mudahan menemukan kehidupan yang indah.

Taman Baca Masyarakat (TBM) untuk anak-anak pinggiran kali itu diinisiasi  Yayasan Nurani Dhuafa Indonesia bekerjasama dengan ASA Beton Cilegon.

Kepedulian Yayasan Nurani Dhuafa dan ASA Beton itu tentu patut diacungi jempol. Mendirikan taman baca ibarat membangun jembatan emas. Sementara membaca perintah wahyu Allah SWT pertama kepada Nabi Muhammad di Gua Hira.

Jadi jelas. Membaca dan taman baca adalah dua sisi mata uang yang tak bisa dipisahkan.

Ketua Yayasan Nurani Dhuafa, Irfan Ali Hakim tidak berlebihan jika apa yang dilakukannya sebagai bentuk kepedulian yayasan sebagai bagian dari warga Taman Cilegon Indah.

“Ini juga sebagai jawaban dari keinginan warga bantaran kali yang ingin mendirikan ruang baca bagi anak-anak warga sekitar pinggiran kali,” kata Irfan Ali Hakim, Ahad (22/9/2019).

Di tempat itu nanti, anak-anak punya tempat untuk bermain bersama, belajar bersama, dan saling berbagi dengan sesama.

“Relawan Nurani Dhuafa siap membantu niat baik dan keinginan warga bantaran kali TCI,” pungkasnya.

Dinukil dari kisahmuslim.com, dikisahkan, sebelum diangkat menjadi Rasul, Muhammad bin Abdullah mengalami mimpi yang menjadi nyata. Setelah beberapa kali mimpi, ia memiliki kebiasaan baru, menyendiri di Gua Hira.

Di saat itulah ada yang menyerunya dengan perintah, “Iqra!” (bacalah!). Ia menjawab, “Aku tak bisa membaca”. Nabi ﷺ mengatakan, “Kemudian ia mendekapku, hingga aku merasa sesak. Barulah ia melepaskanku.

Ia kembali memerintah, ‘Bacalah!’. ‘Aku tak bisa membaca’, jawabku. Ia mendekapku untuk yang kedua kali hingga aku merasa sesak. Lalu ia melepaskanku.

Dan berkata, ‘Bacalah!’ ‘Aku tak bisa membaca’ jawabku. Ia pun mendekapku untuk kali ketiga. Kemudian melepaskanku dan mengatakan,

{اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ (1) خَلَقَ الإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ (2) اقْرَأْ وَرَبُّكَ الأَكْرَمُ (3) الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ (4) عَلَّمَ الإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ} [العلق: 1-5]

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS:Al-‘Alaq | Ayat: 1-5).

(Riwayat al-Bukhari Bab Kaifa Kana Bad’ul Wahyi Ila Rasululillah shallallahu alaihi wassalam.

Iffan Gondrong

Categories
Cilegon
No Comment

Leave a Reply

*

*

google.com, pub-1102232992410596, DIRECT, f08c47fec0942fa0

RELATED BY