Pengusaha Beri Rapor Merah untuk Mendag Menteri BUMN

BERITAKARYA.CO.ID, JAKARTA - Beberapa pengusaha memberikan masukan kepada Presiden Jokowi terkait komposisi menteri di kabinet Jokowi-Ma'ruf. Seperti diketahui, Presiden Jokowi menyatakan akan mengumumkan kabinet barunya Senin (21/10/2019) besok.
DILANTIK: Pelantikan Jokowi dan Ma'ruf Amin/Foto Repro Antara/Akbar Nugroho Gumay/NET

Dilansir dari cnnindonesia.com, Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DKI Jakarta dan Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kadin DKI Jakarta, Sarman Simajorang meminta Jokowi mengganti kinerja menteri yang belum optimal.

Menurutnya catatannya, ada beberapa menteri yang belum bekerja optimal, di antaranya Kementerian Perdagangan.

“Dari sisi perdagangan, menurut hemat saya, kinerja saat ini masih kurang karena dari sisi ekspor sangat menurun, sehingga transaksi berjalan kurang seimbang,” kata Sarman seperti dilansir CNNIndonesia.com, Minggu (20/10).

Sarman mengkritik kinerja Kementerian Pertanian yang sempat gaduh dengan Kementerian Perdagangan dan Bulog terkait impor beras beberapa waktu lalu.

“Waktu itu kalau tidak salah angkanya tidak sama, sehingga kontroversi dan sempat membuat khawatir pasar. Kebijakan harga pokok pangan juga tidak mengajak dunia usaha, sehingga mengkhawatirkan para pengusaha,” tuturnya.

Sarman juga memberikan perhatian terhadap kinerja Kementerian BUMN. Menurutnya, lembaga itu kerap mengeluarkan kebijakan dan proyek yang dinilainya kurang cocok untuk dikerjakan, sehingga merugikan pihak swasta.

“Untuk BUMN, kita lihat belum sesuai harapan. BUMN kita malah di luar dari perkiraan, mungkin karena kebijakan yang kurang pas. Proyek- proyek yang seharusnya tidak perlu, tapi kita lihat malah diambil oleh BUMN sehingga kalangan swasta tidak kebagian proyek,” katanya.

Sarman berharap Menteri BUMN pada periode kedua Jokowi nantinya lebih dapat mengambil peran sebagai penyangga stabilisasi pasar dalam rangka meningkatkan pertumbuhan perekonomian.

Sementara itu, Ketua Komite Tetap Bidang Ketenagakerjaan Kamar Dagang dan Industri pada Kadin Indonesia, Bob Azzam menilai, Jokowi ke depan harus memperbaiki pelaksanaan semua kebijakan yang sudah diambilnya. Perbaikan diperlukan karena ia melihat sejumlah kebijakan yang diambil Jokowi untuk memperbaiki ekonomi dalam negeri masih jauh panggang dari api.

Permasalahan tersebut bisa dilihat dari pelaksanaan paket kebijakan ekonomi yang sudah dikeluarkan Jokowi. Bob mengatakan dalam realisasinya, paket kebijakan ekonomi tersebut hanya tampak bagus di atas kertas sementara di lapangan, pelaksanaan paket kebijakan ekonomi masih lemah.

“Paket kebijakan ekonomi yang diharapkan dapat mendongkrak daya saing dan pertumbuhan ekonomi nasional hanya bagus di atas kertas, tapi lemah di pelaksanaan,” kata dia.

Ia mengatakan permasalahan tersebut diakibatkan oleh kelemahan jajaran Eselon III dalam menerjemahkan dan melaksanakan kebijakan Jokowi.

Baca Sumber

Uploader: Iffan Gondrong

Categories
Nasional
No Comment

Leave a Reply

*

*

google.com, pub-1102232992410596, DIRECT, f08c47fec0942fa0

RELATED BY