Perang Dunia Maya, AS Serang Iran Lewat Siber

BERITAKARYA.CO.ID - Amerika Serikat (AS) melakukan serangan siber terhadap Iran yang disinyalir bisa melumpuhkan sistem persenjataan Iran.
Ilustrasi drone AS. Foto: Getty Images/NET

Serangan siber dilakukan menyusul pembatalan serangan udara AS ke Iran oleh Presiden AS Donald Trump atas penembakan pesawat pengintai tanpa awak milik mereka.

AS meluncurkan serangan dunia maya atau siber tak lama setelah Donald Trump membatalkan serangan udara terhadap Iran pada Kamis (20/6/2019) lalu.

Dilansir dari dari detik.com yang mengutip BBC dan Washington Post, Minggu (23/6/2019), serangan siber tersebut melumpuhkan sistem komputer yang mengendalikan peluncur roket dan rudal Iran.

Serangan siber itu ditujukan pada sistem senjata yang digunakan oleh Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran yang menembak jatuh drone AS pada Kamis (20/6/2019) lalu, dan yang menurut AS juga menyerang tanker tersebut.

Baik Washington Post dan kantor berita AP mengatakan serangan siber telah melumpuhkan sistem. The New York Times mengatakan itu dimaksudkan untuk membuat sistem offline untuk jangka waktu tertentu.

Pada Sabtu (22/6/2019), Departemen Keamanan Dalam Negeri AS memperingatkan bahwa Iran meningkatkan serangan sibernya sendiri di AS. Christopher Krebs, direktur Cybersecurity dan Infrastructure Security Agency, mengatakan siber aktivitas berbahaya sedang diarahkan pada industri AS dan lembaga pemerintah oleh aktor rezim Iran dan proksi mereka.

“Tidak ada konfirmasi independen mengenai kerusakan pada sistem Iran. AS juga telah menjatuhkan sanksi yang dinilai Presiden Trump sebagai ‘sanksi utama’,” demikian tulisan di artikel tersebut.

Sanksi AS itu dikatakan perlu untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir. Selain itu tekanan ekonomi akan dipertahankan kecuali Teheran mengubah ‘arah’.

Serangan itu telah direncanakan selama beberapa minggu. Sumber tersebut mengatakan kepada beberapa media AS, serangan itu sebagai cara untuk menanggapi serangan ranjau terhadap kapal tanker di Teluk Oman.

Ketegangan antara AS dan Iran meningkat sejak AS pada tahun lalu menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015 antara Iran dan negara-negara dunia dan menerapkan kembali sanksi. Akibat kebijakan itu terjadi krisis ekonomi di Iran.

Pekan lalu Iran mengatakan akan melampaui batas yang disepakati secara internasional pada program nuklirnya. Trump mengatakan dia tidak ingin perang dengan Iran. Namun Trump mengingatkan bahwa hal itu akan menimbulkan “pemusnahan” jika konflik pecah.

Trump sendiri mengungkapkan pada Jumat (21/6/2019) lalu bahwa ia membatalkan serangan militer AS terhadap Iran pada menit terakhir, dengan mengatakan itu akan menjadi tanggapan yang tidak proporsional terhadap jatuhnya pesawat tak berawak AS pada Kamis lalu di Selat Hormuz.

Baca Sumber

Uploader: Iffan Gondrong

Categories
Dunia
No Comment

Leave a Reply

*

*

RELATED BY