Peringatan Hari Disabilitas, Walikota Resmikan SKh Negeri Cilegon

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Sekolah Khusus (SKh) Negeri 01 yang berlokasi di Perumnas Cibeber, telah resmi berdiri di Kota Cilegon. Hal tersebut ditandai dengan ditandatanganani prasasti gedung SKh Negeri 01 bagi penyandang disabilitas, oleh Walikota Cilegon Edi Ariadi dalam peringatan Hari Disabilitas Internasional yang dilaksanakan di Rumah Dinas Walikota Cilegon, Kamis (12/12/2019).
Walikota Cilegon Edi Ariadi Saat Menandatangani Peresmian SKh Negeri Cilegon/Beritakarya.co.id

Edi Ariadi mengatakan, pembangunan Gedung SKh Negeri yang pertama kali berdiri di Kota Cilegon tersebut, merupakan bantuan dari pemerintah pusat melalui Direktorat Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang dibangun diatas lahan seluas 4 ribu meter² milik Pemkot Cilegon.

“Mudah-mudahan mereka yang tidak mampu, bisa masuk ke sekolah yang ada di perumnas itu,” kata Edi dalam sambutannya.

Dari 9 lokal atau kelas yang telah berdiri di SKh Negeri tersebut, Edi berharap dapat memberikan fasilitas di bidang pendidikan bagi para penyandang disabilitas di Kota Cilegon.

“Termasuk pusat untuk pelayanan mereka yang disabilitas. Kita ingin mereka tidak tersisih. Kita bikin (SKh Negeri) yang di Perumnas itu supaya semuanya bisa sekolah,” ujarnya.

Berdasarkan data yang disampaikan oleh Walikota Cilegon Edi Ariadi, penyandang disabilitas di Kota Cilegon yang berusia 17 tahun ke bawah sebanyak 550 orang, diketahui hanya sebanyak 302 yang mengenyam pendidikan di Sekolah Khusus baik negeri maupun swasta, sedangkan sisanya sebanyak 248 orang belum sekolah.

Sementara, berdasarkan data KPU Banten, untuk penyandang disabilitas di Kota Cilegon yang berusia 17 tahun keatas sebanyak 496 orang, yang merupakan usia produktif dan lansia.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Cilegon, Heni Anita Susila mengatakan, dengan terbatasnya sekolah inklusi dan SKh yang memerlukan biaya yang cukup mahal, menjadi kendala banyaknya penyandang disabel yang belum bersekolah.

Heni berharap, dengan adanya SKh Negeri, anak penyandang disabilitas yang berusia 17 tahun kebawah, seluruhnya bisa mendapatkan pendidikan yang baik di Kota Cilegon.

“Banyak yang belum sekolah, makanya dengan adanya SKhN itu, mudah-mudahan anak-anak dari keluarga yang kurang mampu itu bisa menyekolahkan di SKhN itu, karena memang sekolah untuk disabilitas ini lumayan mahal juga,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Anggota DPRD Cilegon Qoidatul Sita, memberikan apresiasi kepada Pemkot Cilegon atas berdirinya SKh Negeri. Kedepan, Anggota Fraksi PKS ini berharap adanya Peraturan Daerah (Perda) di Kota Cilegon untuk memberikab perlindungan dan memenuhi hak-hak para penyandang disabilitas sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

“Pasti kita ingin ada perdanya, nanti entah itu inisiatif atau dari eksekutif, untuk perlindungan penyandang disabilitas, agar kedepannya lebih diperhatikan. Mungkin ini akan jadi PR (pekerjaan rumah) buat kita kedepan agar bisa menunjang para penyandang disabilitas, baik di ruangan publik, katakanlah di trotoar di jalanan di jembatan itu dibuat emang khusus buat difabel. Tetapi semua harus bertahap, banyak yang ingin kita wujudkan, step by step lah,” tandasnya.

Zainal Mutakin

Categories
CilegonPendidikan
No Comment

Leave a Reply

*

*

google.com, pub-1102232992410596, DIRECT, f08c47fec0942fa0

RELATED BY