Ratu Ati: Cilegon Telah Implementasikan Indikator Kota Sehat

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Wakil Walikota Cilegon, Ratu Ati Marliati menerima Tim Verifikasi Lapangan Penilaian Kota Sehat pusat yang didampingi oleh Tim Pembina tingkat Provinsi Banten berkunjung ke Kota Cilegon, Kamis (12/9/2019).
Wakil Walikota Cilegon, Ratu Ati Marliati saat menerima Tim Verifikasi Kota Sehat/Beritakarya.co.id

Di depan Tim Verifikasi, Ratu Ati mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyelenggarakan Indikator Kota Sehat di setiap kecamatan di Kota Cilegon.

“Perlu kami sampaikan bahwa implementasi indikator penyelenggaraan kota sehat sudah kami selenggarakan di 8 Kecamatan dan Kelurahan. Kami juga mengalokasikan dana di DPW-kel yang sudah ada dari tahun 2017, dana ini digunakan untuk infrastruktur dan khususnya juga untuk kepentingan Kelurahan Kota sehat,” ungkapnya.

Ratu Ati Marliati menegaskan bahwa program Kota Sehat bukan hanya milik sektor kesehatan saja, namun milik semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Program Kota Sehat dilakukan melalui pendekatan peran aktif masyarakat serta lebih ditekankan pada proses dari pada output, hal ini yang membedakan program Kota Sehat dengan program-program lainnya,” ujarnya.

Selain itu juga Ati juga menjelaskan bahwa selama ini Kota Cilegon telah meraih pengharghaan Kota sehat dari Kementerian Kesehartan RI.

“Merupakan suatu kebahagiaan dan kebanggaan bagi pemerintah dan masyarakat Kota Cilegon, karena alhamdulillah Cilegon telah meraih penghargaan Kota sehat dari Kementerian Kesehatan yaitu Swasti Saba Padapa (2013), Swasti Saba Wiwerda (2015), serta Swasti saba Wistara (2017). Penghargaan ini menjadikan pengalaman dan motivasi kita bersama dalam mewujudkan Kota Cilegon yang sehat, bersih dan nyaman,” terangnya.

Sementara itu, perwakilan dari Tim pusat verifikasi Penilaian Kota Sehat, Hardianto mengungkapkan, tim-nya akan melakukan survei ke lapangan selama 2 hari. Ia menegaskan, tujuan dari penyelenggaraan Kota sehat adalah untuk tercapainya kondisi kota yang bersih aman, nyaman dan sehat.

“Perlu kami sampaikan proses penyelenggaraan Kota Sehat ini diikuti oleh 202 Kabupaten/Kota dari 29 Provinsi, dan dari proses ini Alhadulillah telah mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun 2017 yang diikuti oleh 173 kabupaten/kota dari 26 Provinsi. Kegiatan yang kami laksanakan dua tahun sekali ini bukan untuk memilih siapa yang menang dan juga juara, namun untuk melihat kinerja pemerintah bersama masyarakat dalam melaksanakan pembangunan dan pendekatan menuju Kota sehat,” pungkasnya.

Iffan Gondrong

Categories
Kesehatan
No Comment

Leave a Reply

*

*

RELATED BY