Ratu Ati Marliati, Mantan Guru Desa Calon Wakil Walikota Cilegon

"Orang tak akan pernah meraih fajar, kecuali melalui perjalanan malam". Begitu kira-kira salah satu kalimat bijak yang ditulis Kahlil Gibran, seorang seniman, penyair, dan penulis Lebanon Amerika. Ia lahir di Lebanon dan menghabiskan sebagian besar masa produktifnya di Amerika Serikat.
Ratu Ati Marliati/beritakarya.co.id

Perjalanan karir seseorang cenderung dilupakan. Pedih perih menata jalan panjang untuk menuju sukses, terkadang tidak pernah dilihat. Kebanyakan manusia, hanya melihat seseorang saat sudah sukses dan menempati posisi sebagai pejabat atau posisi lain yang dianggap strategis.

Contohnya tentang Hj Ratu Ati Marliati. Perjalanan panjang Ratu Ati Marliati hingga menjadi pejabat teras di Pemkot Cilegon hanya sedikit yang tahu. Orang hanya tahu bahwa Ratu Ati Marliati adalah Kepala Bappeda Kota Cilegon (kini sudah mundur menyusul pancalonan dirinya sebagai calon wakil walikota, red). Padahal jauh sebelum duduk sebagai Kepala Bappeda dan bahkan Plt Sekda Kota Cilegon, Ratu Ati Marliati pernah menjalani guru desa di sebuah kecamatan di wilayah Kabupaten Serang.

Ya, Ratu Ati Marliati mengawali karir sebagai PNS dari nol. Puluhan tahun lalu, Ratu Ati Marliati adalah guru desa di SMP Carenang, Kabupaten Serang. Profesi sebagai guru desa ia jalani dengan penuh tanggung jawab, mengajarkan tentang berbagai hal kepada muridnya, menjadi ibu bagi murid-muridnya, dan menjadi sahabat bagi guru yang lain.

Semangat dan kerja keras Ratu Ati Marliati membuahkan hasil, hingga kemudian ia duduk sebagai salah satu Plt Kabid pada Dinas Pendidikan Kota Cilegon. Etos kerjanya yang positif, menempatkan dirinya sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kota Cilegon beberapa tahun kemudian.

Waktu terus berlalu, ibu tiga anak itu terus berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi Kota Cilegon. Statusnya sebagai salah satu tokoh Kota Cilegon membuat dirinya lebih berhati-hati dalam bersikap, bertindak. Itu karena ia tidak mau membuat malu keluarga atau mencederai kepercayaan masyarakat kepadanya.

Perjalanan karir Ratu Ati Marliati sampai pada puncaknya, yakni sebagai Kepala Bappeda Kota Cilegon. Berbagai penghagaan dan capaian sudah ia raih, yang muaranya adalah prestasi untuk memosisikan Kota Cilegon sebagai kota yang patut diperhitungkan secara nasional.

Kini, karir yang sudah ia jalani mulai dari nol itu harus ia lepas. Segala apa yang melekat pada dirinya pun ia lepas. Itu dilakukan demi memenuhi panggilan sebagai putera daerah yang dicalonkan sebagai wakil Walikota Cilegon sisa jabatan mendampingi Walikota Cilegon, Edi Ariadi.

Kini, mantan guru itu pun bersiap menjadi orang nomor 2 di Kota Cilegon. Banyak haapan yang digantungkan masyarakat Cilegon di pundaknya. Banyak pula harapan para guru yang dititipkan kepadanya.

Semoga, Ratu Ati Marliati yang merupakan seorang ibu, seorang guru, seorang birokrat tulen, mampu mengemban amanah sebagai Wakil Walikota Cilegon jika terpilih nantinya.

Iffan Gondrong

Categories
Features
No Comment

Leave a Reply

*

*

RELATED BY

  • Semua Karena Cinta

    Cinta bukanlah kelemahlembutan atau kemurahan hati, atau apa saja dari kebaikan-kebaikan yang diberikan atau tidak diberikan dengan panjang lebar. Cinta adalah membagi, memahami, memberikan kebebasan, menjawab panggilan. Dan cinta...
  • Glyphosate Coffee

    Namanya keren ya? Jangan mudah tergoda. Sebab glyphosate atau glifosat adalah nama senyawa kimia yang beracun. Senyawa itu sekarang bikin heboh. Konon ditemukan di Kopi Gayo. Benarkah? Ini lampu...
  • Historiamu

    Ide bisnis bisa muncul di mana saja. Saat bertemu siapa saja. Mas Agus Yulianto, direktur Baitul Tamwil Muhammadiyah (BTM) datang ke studio saya, Minggu sore. Ia ingin ngopi.Merasakan seduhan...
  • Long Berry Coffee

    Mengawali Sabtu pagi dengan segelas kopi seduh V60 saringan bambu. Saya pilih long berry coffee dari Dataran Tinggi Gayo, produksi Aman Kuba, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah. Aman Kuba adalah...