Ribuan Kilo Daging Celeng dan Gulma Dimusnahkan

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON – Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Cilegon musnahkan daging babi hutan (celeng ) dan organisme penggangu tumbuhan karantina (OPTK) berupa gulma, Kamis (30/3/2017) pagi. Pemusnahan dilakukan...
BKP Kelas II Cilegon musnahkan daging celeng dan gulma/beritakarya.co.id
BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON – Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Cilegon musnahkan daging babi hutan (celeng ) dan organisme penggangu tumbuhan karantina (OPTK) berupa gulma, Kamis (30/3/2017) pagi.
Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar menggunakan tungku pembakaran (Incinerator) yang ada di Instalasi Karantina Hewan BKP Kelas II Cilegon.
2.806,4 kilogram daging celeng yang dimusnahkan itu merupakan hasil tangkapan petugas Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Merak yang diserahkan kepada petugas Karantina awal Oktober 3016 lalu di Pelabuhan Merak.
Untuk mengelabui petugas, pelaku menutupi daging celeng yang akan diselundupkan tersebut dengan jerami kering serta membawa dokumen bermuatan buah semangka dengan menggunakan truk colt diesel nomor polisi  BE 9123 GJ dari Lampung dengan tujuan Tangerang.
Adapun gulma sebanyak 770,5 kilogram yang dimusnahkan diwaktu yang bersamaan merupakan hasil rotasi (pemisahan) biji gandum impor asal Australia milik dua perusahaan pengelolaan tepung gandum di kawasan Cilegon.
Namun berdasarkab hasil uji laboratorium, gandum membawa biji gulma jenis Asphodelus fistulosus. Berdasarkan Peraturan  Menteri Pertanian Nomor 51 Tahun 2015 bahwa gulma tersebut termasuk OPTK A1 atau belum ada di Indonesia.
Maka dengan itu pemusnahan ini dilakukan untuk mencegah berkembangbiaknya gulma di Indonesia yang dapat menyebabkan kehilangan hasil sekitar 42 persen pada tanaman budidaya seperti jagung, tebu, tembakau, kubis, jeruk, dan tanaman lainnya.
Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Cilegon, Heri Yulianto mengatakan, pihaknya akan terus memperketat pengawasan dan bekerjasama dengan pihak-pihak terkai, terutama dengan karantina yang ada di daerah lain, sebagai langkah untuk mengantisipasi adanya penyelundupan daging celeng.
Daging celeng tersebut, lanjutnya, sangat berbahaya terutama dari aspek kesehatan, mengingat daging celeng yang dapat menjadi media pembawa penyakit, parasit, cacing pita, bakterial, hingga toksoplasma yang dapat mengakibatkan gangguan pada kandungan.
“Perlu diketahui daging celeng ini sangat mirip dengan daging sapi, makanya kalau orang awam tentu sangat sulit membedakannya. Seratnya yang lebih tinggi dan kasar. Dan bau yang dikeluarkan pun sedikit apek, beda dengan daging sapi yang cenderung amis,” jelasnya.(K1)
Editor: Iffan Gondrong

Bagaimana menurut Anda informasi ini?

Categories
Cilegon
No Comment

Leave a Reply

*

*

google.com, pub-1102232992410596, DIRECT, f08c47fec0942fa0

RELATED BY