Rizal Ramli Nilai Paket Ekonomi Jokowi Liberal!

BERITAKARYA.CO.ID, JAKARTA - Paket Kebijakan Ekonomi XVI lebih baik dibatalkan, sebab paket kebijakan yang dikeluarkan Presiden Joko Widodo itu mencerminkan ideologi liberal. Demikian dikatakan ekonom senior Rizal Ramli seperti dilansir CNNIndonesia.com.
Rizal Ramli/NET

Cerminan ideologi liberal, kata Rizal Ramli, karena jajaran menteri bidang perekonomian di belakang Jokowi menganut paham ekonomi liberal.

“Saya kira lebih bagus dibatalkan, cuma banyak menterinya memang ideologinya liberal. Sementara Pak Jokowi, dilihat dari pidato-pidatonya dulu sih, kan soal Nawacita, Trisakti, itu kan tidak liberal,” ujar Rizal, Sabtu (24/11/2018).

Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman itu menyoroti kebijakan memperbolehkan perusahaan asing menguasai 100 persen investasi di 54 bidang.

Menurut Rizal Ramli, kebijakan itu bakal menggerus pelaku-pelaku usaha kecil. Ia mencontohkan bidang usaha warung internet yang akan dibebaskan untuk asing.

Rizal Ramli menegaskan, usaha warnet adalah usaha rakyat. Dengan modal lima komputer dan ruangan kecil di rumah, masyarakat sudah bisa buka usaha. Tentunya akan tergerus dengan pengusaha bermodal tebal dari Eropa, Amerika, dan China.

“Ini enggak beres, ini terlalu jauh. Bagaimana enggak benar, merebut usaha kecil untuk rakyat,” ucapnya.

Rizal mengapresiasi langkah Jokowi untuk menunda pelaksanaan kebijakan itu. Namun ia tetap bersikukuh kebijakan itu dihapus untuk kepentingan rakyat.

Rizal mengingatkan Jokowi bahwa relaksasi investasi tersebut bakal membuat kebocoran pendapatan negara.

“Jangan lupa, semakin banyak perusahaan asing di Indonesia, dividennya banyak keluar. Selain defisit di ekspor dan impor, juga primary income. Apa itu yang diinginkan?” tandasnya.

Sebelumnya, Jokowi lewat Kemenko Bidang Perekonomian menelurkan Paket Kebijakan Ekonomi XVI pada Jumat (16/11/2018) lalu. Paket kebijakan tersebut terdiri dari perluasan penerima fasilitas libur pajak (taxholiday), relaksasi aturan daftar negatif investasi (DNI), dan pengaturan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHESDA).

Yang jadi sorotan, ada 54 bidang yang dikeluarkan dari DNI. Artinya investasi di 54 bidang itu bisa dikuasai pihak asing 100 persen.

Namun baru berjalan seminggu, Jokowi langsung merevisi kebijakan tersebut. Jumlah bidang yang dikeluarkan dari DNI hanya 25 bidang dan ditunda pelaksanannya sampai ada kajian lebih lanjut.

Baca Sumber

Uploader: Iffan Gondrong

Categories
Ekonomi
No Comment

Leave a Reply

*

*

RELATED BY

  • Harga Emas Naik 5.000 Per Gram

    Begitu pula dengan harga pembelian kembali (buyback) meningkat Rp5.000 dari Rp690 ribu per gram menjadi Rp695 ribu per gram pada hari ini. Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran...
  • Pagi Ini, Rupiah 15.187 Per Dolas AS

    Di kawasan Asia, rupiah melemah bersama beberapa mata uang lainnya. Mulai dari baht Thailand melemah 0,12 persen, ringgit Malaysia minus 0,08 persen, dan dolar Singapura minus 0,05 persen. Namun,...
  • Rupiah Melemah, 1 Dolar AS Rp14.037

    Bersama dengan rupiah, beberapa mata uang negara lain di kawasan Asia juga terpantau melemah. Mulai dari renminbi China minus 0,21 persen, yen Jepang minus 0,24 persen, dan rupe India...
  • Parah! Utang Indonesia Capai Rp5.425 Triliun

    Lalu, berapakah sesungguhnya utang luar negeri Indonesia? Menurut Bank Indonesia (BI), urang luar negeri Indonesia pada kuartal pertama tahun ini mencapaiĀ US$387,5 Miliar atau sekitar Rp5.425 triliun (kurs Rp14 Ribu...