SDM Aparatur Kunci dari Manajemen Pemerintahan yang Baik

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Sumber  Daya Manusia (SDM) aparatur merupakan elemen terpenting bagi instansi pemerintah yang berperan sebagai penggerak utama dalam mewujudkan visi dan misi serta tujuan organisasi pemerintah.

Mengingat begitu pentingnya SDM aparatur, maka manajemen SDM aparatur perlu dikelola secara sistematis, terencana dan terpola, agar tujuan yang diinginkan organisasi pada masa sekarang maupun yang akan datang dapat tercapai secara optimal.

Hal itu dikatakan Asda III Kota Cilegon, Dana Sujaksani pada acara Penyusunan Standar Kompetensi Jabatan Esselon 3 dan 4 di Lingkungan Pemerintah Kota Cilegon di Aula Setda II, Senin (25/11/2019).

“Dalam tataran manajemen SDM, untuk melakukan penyesuaian dan penyempurnaan sistem manajemen kepegawaian agar selaras dengan RPJMD dan Agenda Cilegon Berwibawa ada empat pilar yang harus dilaksanakan oleh pemerintah daerah sesuai undang undang. Yakni penyusunan analisis jabatan, analisis beban kerja, penyusunan evaluasi jabatan, dan penyusunan standar kompetensi jabatan,” jelas Dana.

Kota Cilegon melalui Bagian Organisasi dan RB sudah menyelesaikan tiga dari empat  pilar acuan manajemen kepegawaian yakni analisis jabatan, analisis beban kerja dan evaluasi tabatan.

“Dengan begitu, hanya  satu pilar lagi  yakni standar kompetensi jabatan. Acuan menajemen ini semua akan terintegrasi dalam satu sistem yakni Sistem Informasi Jabatan Kota Cilegon atau yang kita kenal dengan Si Jago.” terang Dana.

Di hadapan Sekretaris Dinas dan Kasubag Umum dan Kepegawaian seluruh Perangkat Daerah, Dana mengatakan, standar kompetensi jabatan yang wajib dimiliki oleh setiap pegawai negeri sipil sebagai mana yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara adalah bagian penting dalam rangka terwujudnya profesionalisme Pegawai Negeri Sipil.

Standar kompetensi jabatan itu, lanjut Dana, merupakan acuan untuk perencanaan, pengadaan, pengembangan karir dan kompetensi, penempatan, uji kompetisi ASN, sistem informasi manajemen dan kelompok rencana suksesi (talent pool) bagi ASN.

Standar kompetensi jabatan juga jadi acuan promosi dan/atau mutasi ASN. usai mendapat informasi jabatan dari hasil analisis jabatan, pelaksanakan tugas-tugas dalam informasi jabatan memerlukan kompetensi tertentu.

Jika sebelumnya standar kompetensi jabatan terpisah antara kompetensi manajerial dan kompetensi teknis, sekarang jadi satu kesatuan bersama kompetensi sosio kultural.

Tiga Kompetensi itu kata Dana, berdasarkan Permenpan 38 Tahun 2017 Tentang Standar Kompetensi Jabatan ASN.

Standar  kompetensi jabatan tidak hanya digunakan pada level jabatan pimpinan tinggi. Tapi digunakan untuk semua jabatan yaitu jabatan administrator, pengawas dan pelaksana serta jabatan fungsional.

“Perlu diketahui, bahwa Cilegon sudah selesai menyusun standar kompetensi jabatan pimpinan tinggi pratama dan sudah divalidasi, saat ini tinggal menunggu persetujuan dari Kemenpan RB. Sedangkan untuk jabatan administrasi sebetulnya juga sudah kami susun hanya saja ada banyak yang harus diperbaiki terutama di kamus kompetensi. Oleh karenanya, pada hari ini akan kita susun bersama sekaligus pemutakhiran untuk jabatan yang mengalami perubahan,” terangnya.

Dalam penyusunan analisis jabatan dan standar kompetensi jabatan yang baik, peran pejabat membidangi urusan kepegawaian sangat penting.

Oleh karenanya, kepala perangkat daerah harus memberi perhatian terhadap mereka yang bertugas di bidang ini, karena output pekerjaan mereka ini akan digunakan oleh instansi dalam melakukan penataan manajemen asn.

Penyusunan analisis jabatan, analisis beban kerja, evaluasi jabatan, standar kompetensi jabatan harus fokus. sangat salah jika ada unit kerja yang menugaskan, misalnya tenaga kontrak untuk mengerjakan hal ini.

“Begitu pentingnya penyusunan sebuah standar kompetensi jabatan dalam sebuah pemerintahan untuk menunjang perbaikan manajemen sdm dan sebagai amanah pelaksanaan Undang Undang ASN, maka kami sengaja mengundang narasumber yang kompeten langsung dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan Rb) untuk memberikan gambaran dan pemahaman kepada kita semua tentang mekanisme penyusunan SKJ dan implementasinya dalam manajemen SDM” katanya.

Dana berharap dengan adanya kegiatan penyusunan standar kompetensi jabatan ini kedepan setiap jabatan mempunyai standar kompetensi sehingga ketika penentuan atau pengangkatan seorang pejabat pemangku dapat memenuhi kriteria jabatan dimaksud.

Dan ketika akan merekrut seorang pejabat dapat diikuti oleh semua pegawai negeri sipil yang memenuhi kriteria jabatan tersebut. dan dapat pula memberikan solusi permasalahan kerja di lingkup jabatan dimaksud.(ADV)

Iffan Gondrong

Categories
Advertorial
No Comment

Leave a Reply

*

*

google.com, pub-1102232992410596, DIRECT, f08c47fec0942fa0

RELATED BY