Secangkir Kopi dan Sejuta Kisah Cinta

Catatan Iffan Gondrong
CINTA: Diskusi ringan Pacaran Vs Nikah/beritakarya.co.id

Suatu hari di minggu pertama Maret, tepatnya pada Sabtu (2/3/2019), waktu menujukkan pukul 16.00 WIB. Bergegas saya berkemas untuk melakoni peran nyata sebagai Barista di Kafe Keliling 44 yang mangkal di Alun-alun Kota Cilegon. Sambil memersiapkan segala keperluan untuk jualan, saya hubungi beberapa kawan dari Cilegon Coffee Community (CCC) sekedar mengabarkan bahwa Kafling44 malam Minggu ini buka.

Pesan yang berisi semacam pengumuman itu sengaja saya kirimkan, sebab hampir sebulan penuh (Februari), Kafling44 absen di Alun-alun Cilegon karena alasan cuaca. Ya, kendalanya adalah cuaca, bukan yang lain. Seriusan ini mah.

Soal cuaca ini saya ingat lagu duet Deddy Dores dengan Ella (lady rocker asal Malaysia) yang pernah hits di tahun 90-an. Judulnya “Mendung Tak Berarti Hujan”. Memang benar, bahwa langit mendung tidak melulu hujan akan turun. Tetapi bahwa mendung menandakan “akan” turun hujan, hampir dipastikan akan di-amini oleh mayoritas penduduk bumi. Dan mendung itulah yang membuat Kafling44 absen di Alun-alun Cilegon selama Februari lalu.

Sore ini, Sabtu (2/3/2019) mendung tidak menampakkan dirinya. Rona merah senja hari begitu mempesona, membuat saya bergegas untuk menjalani rutinitas sebagai Barista atau bahasa mudahnya tukang meracik/nyeduh kopi. Dan mengumumkan ke teman-teman Cilegon Coffee Community (CCC) adalah langkah yang menurut saya perlu, sehingga mereka tahu Kafling44 buka malam nanti.

Cilegon Coffee Community (CCC) adalah sebuah komunitas yang didalamnya adalah para pecinta kopi. Mereka adalah sekumpulan anak muda yang kreatif, penuh gagasan, banyak ide, dan punya jiwa perkawanan yang kuat meskipun berbeda latar belakang. Tentu saja guyonan khas anak muda selalu menghiasi setiap saat mereka berkumpul. Rame dan meramaikan.

Dalam perjalanan ke Alun-alun Cilegon, ada ide nakal yang tiba-tiba terbersit di benak saya. Ide nakal itu adalah menggelar diskusi ringan yang pas untuk anak muda. Sebuah diskusi yang jauh dari kerutan dahi, karena temanya melekat dalam diri setiap anak muda di belahan bumi manapun. Temanya tak lain adalah tentang cinta. Tema besarnya Pacaran Vs Nikah.

Ide itu lahir dari sebuah kenyataan, bahwa urusan cinta tidak akan pernah habis dibahas berapa lama pun. Dan anak muda, hampir sebagian potongan puzle harinya tak lepas dari urusan itu. Ya, urusan cinta dan pacaran. Ide lainnya adalah mengajak Marcheall Said Wicaksono atau yang biasa dipanggil Aceng untuk jadi pembicaranya.

Gayung bersambut. Aceng siap menjadi pembicara awal. Reza Faiz M, yang merupakan salah satu pengurus CCC yang cukup disegani kawan-kawannya menyambut gagasan diskusi ringan itu. Ketua CCC, Radite Agus Haryanto pun tersenyum saat saya beritahu tentang rencana dadakan itu. Sayang, Mas Radite Agus Haryanto tidak berkesempatan hadir karena baru pulang dari perjalanan luar kota.

Senja pun terus beranjak pergi. Matahari yang sejak pagi begitu digdaya, tak mampu menolak kehadiran Sang Malam. Dan malam Minggu pun memasuki fase awal. Kafe Keliling 44 sudah siap. White board plus spidol dan penghapusnya juga sudah di posisi yang paling strategis. Selanjutnya tentu tinggal menunggu kehadiran Mas Pembicara dan anak-anak muda kreatif CCC.

Malam terus merangkak perlahan namun pasti. Satu persatu kawan-kawan CCC datang. Herlin Tina datang paling awal. Disusul Revli Ole (Barista Kafling44), tapi Revli ada keperluan sehingga hanya sejenak saja mampir di Kafling44. Aceng sang pembicara pun datang bersama Bayu Tri Mulyana. Obrolan ringan pun dimulai. Aceng mulai mempresentasikan apa yang dia rasakan soal cinta, menulis kisi-kisi di white board, dan membahasnya bersama Tina dan Bayu. Tak lama berselang datang Reza Faiz M dan Hafizh Nur Alam.

Malam makin meriah dengan kehadiran anak muda kreatif lainnya yakni Anjar, Abdi, Furkhon Muchlasi, Budi Sanjaya, Panji, dan Indra (mudah-mudahan tidak salah ketik nama hehe). Diskusi pun berlanjut. Sesi kedua ini Anjar adalah bintangnya. Bekal referensi Anjar lumayan mumpuni. Dia berkisah mulai dari perjalanan cinta Qoais dan Layla atau Layla-Majnun, hingga kisah tokoh pewayangan Arjuna dalam mencari cinta.

Saat malam memasuki fase kedua, diskusi mulai menjamah sedikit tentang filsafat. Adalah Anjar yang memulainya. Berbagai pendapat dan kesimpulan pun muncul. Bahkan nama pujangga sekaligus filsuf Kahlil Gibran pun berkelebat. Tapi tetap, gelak dan tawa terus mewarnai diskusi yang hangat malam itu. Pendapat yang satu saling beradu dengan pendapat lain. Tetapi kisah cinta Qoais dan Layla nampaknya cukup menyita para hadirin, meskipun akhirnya muncul bahwa kisah cinta keduanya sangat konyol untuk bisa terjadi di zaman milenial ini.

Kesimpulan dari tiga kisah cinta yakni Qoais dan Layla, Romeo dan Juliet, hingga Saija dan Adinda adalah satu yakni kesetiaan. Dimana kesetiaan dirasa cukup mahal harganya. Kesetiaan adalah kunci dari cinta itu sendiri. Dan kebahagiaan adalah bertemunya harapan dan kenyataan (kutipan dari Novel Arya Panangsang).

Lalu, dimana tema besarnya “Pacaran Vs Nikah”? ternyata menjadi samar. Karena ternyata, waktunya tidak cukup untuk membahas itu. Seperti yang saya singgung di awal tadi, bahwa urusan cinta tidak akan pernah habis dibahas berapa lama pun. Dan benar saja, tema besar Pacaran Vs Nikah untuk sementara tersamarkan oleh kisah cinta dan romansanya.

Tiba-tiba saya protes pada lagu “Mendung Tak Berarti Hujan” yang dinyanyikan Deddy Dores dan Ella itu. Sebab tiba-tiba saja gerimis datang disambung dengan hujan yang cukup deras, tanpa mendung bahkan. Diskusi pun bubar. Jelas sudah, obrolan tentang cinta yang tak akan habis itu justru selesai dengan turunnya hujan. Dan kelebihan Kafling44 adalah mirip bioskop misbar, gerimis bubar.

Meski begitu, ada kesimpulan yang menarik yang bisa saya ambil. Anak-anak CCC yang kreatif itu ternyata punya energi yang cukup banyak untuk melakukan diskusi, tidak melulu tentang kopi. Diskusi ringan dadakan di Kafling44 itu menjadi model yang akan terus dikembangkan. Kali ini, secangkir kopi berpadu dengan sejuta kisah cinta, minggu depan pasti akan ada tema yang lebih menarik lagi.*

Categories
Features
No Comment

Leave a Reply

*

*

RELATED BY

  • Mengharukan! Sebelum Dilantik Ratu Ati Minta Izin ke Suami dan Anak

    Kantor Yayasan Al-Ishlah yang selama ini menjadi kantor sementara Hj Ratu Ati Marliati pasca pengunduran dirinya sebagai Kepala Bappeda menyusul pencalonan sebagai Wakil Walikota Cilegon malam tadi tampak ramai....
  • Terobosan Rentenir Online

    Gara-gara tulisan Pak Syahrul Rusli, saya harus kembali membuka buku ‘’Kemilau Bisnis Gadai’’. Buku ini karya Pak Syarul. Saya sebagai editornya. Dalam artikel pendeknya, CEO PT Pesonna Optima Jaya...
  • Mulailah Bisnis dari yang Ada

    Lokasi studio webinar terbaru saya ini sebenarnya nyelempit. Berada di gang kecil. Di belakang Pasar PSPT. Gang itu hanya bisa dilewati satu mobil. Tidak punya lahan parkir pula. Tamu-tamu...
  • Bank Infak

    Ingin punya bisnis tapi kurang modal? Jangan patah arang. Ajak beberapa orang untuk patungan modal. Sampai cukup. Sehingga usaha yang Anda rencanakan bisa berjalan. Patungan modal bukan konsep baru....