Sosialisasi Gerakan PATBM, Masyarakat Harus Peduli Anak

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Puluhan masyarakat berkumpul di Aula Kelurahan Citangkil, Kecamatan Citangkil, untuk mengikuti sosialisasi gerakan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM), Jum'at (25/10/2019).
DP3AKB Cilegon Sosialisasikan Gerakan PATBM di Kelurahan Citangkil

Dihadiri oleh kebanyakan emak-emak, sosialisasi gerakan PATBM merupakan upaya dalam menekan angka kekerasan yang terjadi terhadap anak di Kota Cilegon yang dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB).

Kasi Khusus Perlindungan Anak, pada DP3AKB Cilegon, Nunung Doifah, mengatakan lingkungan sekitar anak seperti rumah, sekolah, dan lingkungan bermain, bisa jadi tempat kekerasan terhadap anak, seperti kekerasan secara psikis, seksual, dan penelantaran.

“Kita pengen semua masyarakat peduli terhadap anak-anak, serta dapat menurunkan angka kekerasan terhadap anak di Kota Cilegon,” kata Nunung.

Kendati tidak menyebutkan jumlah kekerasan terhadap anak yang terjadi, Nunung mengatakan di Kota Cilegon masih kerap terjadi kekerasan pada anak-anak baik yang dilakukan oleh orang tua maupun orang-orang disekitar lingkungannya.

Oleh karenanya, DP3AKB Cilegon terus memberikan sosialisasi PATBM yang sudah berlangsung sejak 2016 lalu kepada masyarakat, yang didalamnya menjelaskan terkait dengan penyuluhan dan pendampingan terhadap anak korban kekerasan.

“Jadi kegiatan ini merupakan kegiatan mandatori menggunakan dana dari DPW-Kel (Dana Pembangunan Wilayah Kelurahan), dan kegiatan ini dilakukan di seluruh Indonesia. Peran masyarakat sangat penting dalam perlindungan anak untuk mecegah dan merespon cepat, karena kekerasan yang terjadi terhadap anak-anak itu bisa berbagai macam seperti psikis, seksual, dan penelantaran,” tuturnya.

Nunung secara tegas mengatakan peran serta masyarakat terutama orang tua menjadi bagian terpenting dalam gerakan PATBM. Pengasuhan yang tepat serta komunikasi yang efektif merupakan dasar dalam gerakan PATBM.

“Orang tua harus bisa komunikasi efektif di keluarga, harus bisa terbuka, dan anak-anak bebas menentukan hidupnya, tetapi harus ada pengarahan dari orang tuanya, memberikan baik buruknya kepada anak, jangan malah melarangnya,” ujarnya.

Zainal Mutakin

Categories
Cilegon
No Comment

Leave a Reply

*

*

google.com, pub-1102232992410596, DIRECT, f08c47fec0942fa0

RELATED BY