Suanon Unboxing

Catatan Joko Intarto
Tas Suanon

Sebuah dus menyambut kedatangan tim Jagaters di studio Jakarta, lepas magrib tadi. Tanpa membaca pengirimnya, saya langsung menebak: Pasti kiriman dari Lokot Motagu. Sohib saya yang tinggal di Padang Sidempuan, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Isinya pun saya sudah bisa mengira-ngira: tas anyaman dari tanaman air yang biasa disebut alang-alang air. Walau sebenarnya beda sama sekali dengan alang-alang darat.

Setelah merapikan peralatan produksi webinar, saya minta Ilvan, operator webinar Jagaters, membuka dus tersebut. Ternyata benar. Isinya tas anyaman alang-alang air. Pengirimnya Lokot Motagu yang punya nama alias Abu Gaffar dan Abu Giffar, dari Padang Sidempuan.

Ada 18 buah tas yang saya terima. Terdiri atas dua ukuran: besar dan kecil. Dimensi kedua ukuran itu hanya berbeda beberapa sentimeter saja.

Berbeda dengan yang saya peroleh pulang dari Pondok Pesantren Darul Mursyid bulan Juli lalu, tas anyaman kali ini sudah dibungkus rapi dengan plastik bening. Ada mereknya pula: Suanon.

Suanon ternyata penggalan kalimat Dolok Suanon. Dalam bahasa Tapanuli, kalimat itu berarti Gunung Suanon. Tas anyaman itu memang buatan masyarakat tradisional yang tinggal di lereng pegunungan Suanon. Bahan bakunya diambil dari tanaman alang-alang yang tumbuh di rawa-rawa.

Saya lupa. Entah siapa saja yang tempo hari memesan tas tersebut. Catatannya hilang. File di hanphone saya pun sudah terhapus. Tapi tenang saja. Karena sudah membayar di depan, pemesannya pasti akan segera merespon status ini.

Bagi yang tertarik membeli tas ini, silakan japri sahabat saya @Abu Giffar. Ia yang mengelola bisnis tas eksotis ini. Termasuk yang membuat blog www.doloksuanon.wordpress.com sebagai media untuk memperkenalkan tas tersebut ke seluruh dunia.

Categories
Features
No Comment

Leave a Reply

*

*

RELATED BY

  • Glyphosate Coffee

    Namanya keren ya? Jangan mudah tergoda. Sebab glyphosate atau glifosat adalah nama senyawa kimia yang beracun. Senyawa itu sekarang bikin heboh. Konon ditemukan di Kopi Gayo. Benarkah? Ini lampu...
  • Historiamu

    Ide bisnis bisa muncul di mana saja. Saat bertemu siapa saja. Mas Agus Yulianto, direktur Baitul Tamwil Muhammadiyah (BTM) datang ke studio saya, Minggu sore. Ia ingin ngopi.Merasakan seduhan...
  • Long Berry Coffee

    Mengawali Sabtu pagi dengan segelas kopi seduh V60 saringan bambu. Saya pilih long berry coffee dari Dataran Tinggi Gayo, produksi Aman Kuba, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah. Aman Kuba adalah...
  • Aman Kuba

    Takengon adalah kopi. Kopi adalah Gayo. Saya menikmati kopi dan humornya. Takengon dan kopi Gayo terlalu identik. Kawasan dataran tinggi Gayo di Kabupaten Aceh Tengah itu memang terkenal sebagai...