Wagub Banten Dicegat Jaro Citorek di “Atas Awan”

BERITAKARYA.CO.ID, LEBAK – Gubernur Banten, Wahidin Halim didampingi Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Rahmatan Lil Alamin di kawasan wisata Negeri di Atas Awan Gunung Luhur, Desa Citorek Kidul, Kecamatan Cibeber, Lebak, Kamis (24/10/2019) pagi.
Wagub Banten, Andika Hazrumy/beritakarya.co.id

Usai acara, sejumlah jaro atau kepala desa meminta waktu kepada Wagub Banten, Andika Hazrumy yang hendak bertolak meninggalkan acara menyusul gubernur yang sudah terlebih dahulu meninggalkan lokasi acara.

Para jaro di wewengkon atau wilayah Citorek tersebut ternyata ingin menyampaikan aspirasi kepada Wagub Banten. Mereka ingin agar akses jalan ke sejumlah kawasan potensial wisata di kawasan mereka segera dibangun.

“Para jaro bilang, kalau di wilayah mereka juga banyak Negeri di Atas Awan karena memang masih satu wewengkon Gunung Luhur Citorek juga,” kata Andika Hazrumy usai audiensi dengan para jaro di sebuah warung kopi di lokasi wisata Negeri di Atas Awan, Gunung Luhur tersebut.

Melihat potensi tersebut, kata Andika, para jaro itu meminta agar Pemprov Banten membangun akses jalan ke kawasan yang mereka maksud memiliki potensi wisata sama dengan Negeri di Atas Awan Gunung Luhur.

Pembangunan jalan dengan betonisasi seperti yang kini tengah dilakukan Pemprov Banten di Negeri di Atas Awan Gunung Luhur, kata Andika, diyakini para jaro akan mendongkrak perekonomian warga di wilayah mereka.

“Saya bilang ke para jaro, pemprov akan mengkordinasikan soal ini terlebih dahulu ke Pemkab Lebak. Prinsipnya kami sangat setuju dan akan mendorong terciptanya destinasi wisata sepopuler di sini,” kata wagub.

Narta, Jaro Citorek Kidul, membenarkan pihaknya bersama sejumlah jaro di wilayah Citorek menyampaikan aspirasi kepada Wagub Banten terkait dengan potensi pariwisata yang sama dengan Negeri di Atas Awan Gunung Kidul di wilayah mereka.

“Beberapa malah ada yang lebih bagus dari di sini. Jadi kami minta dibangunkan jalan,” katanya.

Narta meyakini, dengan dibukanya wilayah mereka untuk pariwisata, maka akan mengurangi risiko kerusakan alam yang ditimbulkan oleh pengunjung yang membeludak di Negeri di Atas Awan Gunung Luhur.

Perlu diketahui, Mesjid Rahmatan Lil’alamin dibangun seluas 1500 meter persegi di atas lahan 5000 meter persegi yang terletak di Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Mesjid bakal dilengkapi rumah marbot, rumah VIP, menara, kamar mandi, area teras, area parkir, dan area taman.

Perkiraan pembiayaan mencapai Rp5 miliar dengan dana yang berasal dari sumbangan para PNS Pemprov Banten dan PNS instansi vertikal di Banten. Saat ini sudah terkumpul dana sebesar Rp780 juta.

Desain masjid yang diyakini akan menjadi ikon di Negeri di Atas Awan Gunung Luhur itu dibuat oleh tim dari ITB. Sementara waktu pembangunan diperkirakam delapan sampai sembilan bulan.

Ketua Panitia Pembangunan Masjid yang juga Sekda Banten, Al Muktabar  mengatakan, mesjid berusaha dibangun menyatu dengan budaya setempat, seperti bangunan leuit (lumbung) yang khas di wilayah selatan Banten.

Dinding atau tembok beraksen bilik bambu memanfaatkan tatanan kayu dan batu alam. Atap menggunakan model limas dengan pilihan limas besar digabung limas kecil sebagai simbol pemersatu.

Selain itu fasilitas masjid juga didesain ramah difabel. Masjid Rahmatan Lil’alamiin dibangun dengan konsep masjid sebagai pusat aktivitas umat, pusat ekonomi umat, penyatu umat, serta sumber rezeki umat.

Iffan Gondrong

 

Categories
Lebak
No Comment

Leave a Reply

*

*

google.com, pub-1102232992410596, DIRECT, f08c47fec0942fa0

RELATED BY