Warga Desak Blast Furnace KS Ditutup

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Akibat hujan debu batubara yang berasal dari Blast Furnace (BF) PT Krakatau Steel (KS) yang terjadi pada 13 Desember 2019 lalu, membuat warga di 5 kelurahan yang terkena dampak menjadi geram.

Pasalnya sampai dengan saat ini, warga dari 5 kelurahan yakni Kelurahan Samangraya, Warnasari, Deringo, Lebak Denok, Kecamatan Citangkil dan Kelurahan Kubangsari, Kecamatan Ciwandan, tidak mendapatkan kompensasi dari PT KS.

Dalam dengar pendapat (hearing) yang diadakan oleh Komisi 2 dan Komisi 4 di Aula DPRD Cilegon, antara perwakilan manajemen PT KS dengan perwakilan warga terdampak, yang juga dihadiri Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Cilegon, tidak menemui kesepakatan, Senin (23/12/2019).

Hearing yang juga dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Cilegon Sokhidin tersebut, sempat memanas. Hampir berlangsung selama 3,5 jam, belum ada kesepakatan yang memuaskan untuk warga terdampak.

Warga Samangraya, Habibulloh mendesak agar DPRD maupun Pemkot Cilegon untuk menutup proyek Blast Furnace yang telah mencemari lingkungan. Tak hanya itu, pihaknya juga meminta agar DPRD serius untuk menyelesaikan persoalan pencemaran debu batubara tersebut tersebut.

“Kami minta proyek Blast Furnace distop. Buat apa berdiri kalau hanya untuk mencemari udara saja?,” ujar Habibulloh.

Habibulloh juga menilai, selama kejadian hujan debu dari pihak PT KS tidak ada pertanggung jawaban atau kompensasi apapun untuk warga yang terdampak debu tersebut.

“Sampai sekarang pihak KS tidak ada pertanggung jawaban apapun untuk warga. Mereka hanya kasih susu dan posko kesehatan. Kita tidak butuh susu atau posko kesehatan. Yang kami butuhkan kompensasi dari KS terhadap warga yang terdampak debu ini,” tuturnya.

Dengan tegas, Habibulloh mengatakan, warga memberikan waktu 10 hari kedepan kepada PT KS untuk membayar ganti rugi kepada warga yang tedampak debu proyek Blast Furnace, sesuai kesepakatan dalam hearing.

“Jika dalam 10 hari kedepan tidak ada itikad baik dari pihak KS untuk memberikan ganti rugi untuk warga yang terdampak, maka kita akan tutup secara paksa proyek ini. Karena ini racun yang dihasilkan dari proyek yang dipaksakan berdiri,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Operasional PT KS Djoko Muljono mengaku akan melakukan evaluasi atas kejadian hujan debu yang dihasilkan dari proyek Blast Furnace.

“Semua kejadian ini akan jadi pembelajaran untuk kami (Managemen PT KS) untuk lebih baik lagi. Karenakan industri baja harus berdiri terus, harus bangkit. Kalaupun kejadian-kejadian kemarin hanya sebagain dari kekurangan kami saja,” ujar Djoko.

Djoko membantah jika pihak Krakatau Steel tidak memberikan perhatian kepada warga yang terdampak debu hitam dari Blast Furnace.

“Kita sudah berikan bantuan kok ke warga. Adapun bantuan yang masih kita berikan dengan membuat posko kesehatan. Untuk ganti rugi uang, tentu haris dibicarakan dulu dengan pimpinan yang diatas,” pungkasnya.

Zainal Mutakin

Categories
CilegonIndustri

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: