ABUPI Banten Siap Komunikasikan Kendala Pelabuhan Warnasari

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Kehadirian Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI) sebagai organisasi yang menaungi Badan Usaha Pelabuhan (BUP), Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS), dan Terminal Khusus (Tersus) dalam mendukung pembangunan sektor maritim di Indonesia, diharapkan dapat memberikan solusi dan kemudahan dalam pengembangan usaha kepelabuhanan khususnya di Banten.
Ketua Korwil ABUPI Banten Widi Hartono/Beritakarya.co.id

Usai penyerahan SK Korwil ABUPI Provinsi Banten dan menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang membahas terkait kerjasama pemerintah dengan badan usaha dalam penyediaan dan pengelolaan infrastruktur pelabuhan, ABUPI Banten diharapkan dapat membantu BUP melalui proses dan tahapan pengembangan dan pembangunan.

Salah satunya adalah Pelabuhan Warnasari di Kota Cilegon yang akan dibangun oleh PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemkot Cilegon.

Direktur PT PCM, Arif Rivai Madawi mengatakan, keberadaan ABUPI di Banten diharap dapat menjadi penghubung antara BUP dengan pemerintah untuk pengembangan ekonomi di daerah, sehingga dapat memberikan kontribusi dalam skala nasional.

Hal tersebut menurut Arif, merupakan visi dari pemerintah pusat dalam membentuk tol laut, serta efisiensi dalam pembiayaan jasa kepelabuhanan, agar dapat tersampaikan dan terlaksana.

“Kita harapkan ABUPI inilah yang bisa memberikan suatu jembatan. Kedepan, usaha dibidang kepelabuhanan harus sehat, harus secara transparan, dan kemudian harus juga bisa mendorong agar percepatan pembangunan ekonomi di daerah maupun nasional bisa kita rasakan,” ungkap Arif yang juga Ketua Komite Program ABUPI Banten, Rabu (4/12/2019).

Saat ini, kata Arif, pembangunan Pelabuhan Warnasari masih dalam tahapan proses konsesi antara PT PCM, PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) dan PT Pelindo II Banten.

“Kita bersama dengan KSOP akan melakukan study banding di Belawan, karena mirip kasusnya dengan Cilegon, terkait dengan konsesi. Bukan satu persaingan, konsesi ini untuk satu kesatuan yang saling melengkapi dalam kemajuan bersama,” tuturnya.

Ketua Korwil ABUPI Banten, Widi Hartono mengatakan pihaknya akan melakukan kordinasi dengan seluruh anggota untuk membantu berbagai permaslahan yang tengah dihadapi. Saat ini kata Widi, permasalahan yang kerap dihadapi oleh BUP, TUKS, dan Tersus adalah terkait dengan pendanaan, perijinan, legal, dan hukum.

“Setiap BUP punya permasalahan tersendiri, seperti pendanaan, perijinan, legal, hukum. Makanya melalui diskusi ini, bagaimana pemerintah bekerjasama dengan badan usaha pelabuhan,” kata Widi yang juga Direktur Operasional PT KBS.

Menanggapi terkait dengan kendala yang tengah dihadapi PT PCM dalam rencananya membangun Pelabuhan Warnasari, Widi mengatakan melalui ABUPI, pihaknya akan membantu melakukan komunikasi.

“Jadi nanti kita bisa menggunakan asosiasi ini, untuk berbicara kepada pemerintah, baik kota, provinsi maupun pemerintah pusat, kita akan menyuarakan semua anggota kita itu, salah satunya PCM (Pelabuhan Warnasari),” ujarnya.

Widi menuturkan, melalui ABUPI, kendala yang tengah dihadapi PCM dalam membangun Pelabuhan Warnasari akan dibicarakan bersama dengan Pemkot Cilegon.

“Saya rasa warnasari ini sudah tahapan pembahasan konsesi, nanti kita akan bicara juga bagaimana permasalahan yang dihadapi selama ini. Pasti kita akan bantu untuk diskusi dengan pihak-pihak terkait. Setelah ini, makanya pak Arif pastikan PCM kita ajak sebagai pengurus supaya bisa menjadi wadah kita bersama,” pungkasnya.

Zainal Mutakin

Categories
CilegonIndustri

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: