Ada Edaran Menag, Pemkot Cilegon Putuskan Pekan Depan

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Menjelang bulan suci Ramadhan, Kementerian Agama (Kemenag) mengeluarkan surat edaran nomor: SE. 6 Tahun 2020 tentang panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah...

Pemkot Cilegon langsung adakan rapat untuk membahas terkait dengan surat edaran yang ditandatangani langsung Menteri Agama (Menag), Fachrul Razy, pada tanggal 6 April 2020.

Rapat yang dipimpin Walikota Cilegon, Edi Ariadi di Ruang Rapat Walikota, dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Cilegon, Mahfudin beserta jajaran Forkopimda Cilegon, Kamis (9/4/2020).

Surat edaran tersebut berisi panduan pelaksanaan ibadah selama bulan puasa dan Idul Fitri bagi umat muslim diseluruh Indonesia, termasuk Salat Tarawih dan Salat Idul Fitri.

Usai rapat pembahasan, Walikota Cilegon, Edi Ariadi mengatakan, akan kembali mengadakan rapat pada Senin 13 April 2020, guna memutuskan penerapan panduan pelaksanaan ibadah di Kota Cilegon.

“Supaya nanti ada satu keputusan yang tegas. Kalau buat masyarakat Cilegon nanti pokoknya hari Senin,” kata Edi.

Menindaklanjuti surat tersebut, Pemkot Cilegon beserta Kantor Kemenag Cilegon dan jajaran Forkopimda akan membahas bersama pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan tokoh agama di Kota Cilegon.

“Untuk menentukan bagaimana dua minggu kedepan kita puasa, tarawih, Iktikaf dan Idul Fitri” ujar Edi.

Ditemui ditempat yang sama, Kepala Kantor Kemenag Cilegon, Mahfudin mengatakan pihaknya tengah melakukan kordinasi dalam menerapkan panduan pelaksanaan ibadah di Kota Cilegon, selama masa wabah Covid-19.

Untuk keputusan penerapan surat edaran tersebut, kata Mahfudin, pihaknya bersama Pemkot Cilegon akan mengadakan rapat dengan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Masjid Indonesia (DMI), dan Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP).

“Nanti kita lihat setelah rapat dengan MUI dan DMI se-Kota Cilegon. Kedua, liat situasi terakhir walaupun kita tetap melakukan antisipasi kemungkinan yang akan terjadi,” ujar Mahfudin.

Masih kata Mahfudin, surat edaran Menteri Agama tersebut bersifat universal untuk seluruh wilayah di Indonesia. Pemerintah Daerah masih diperbolehkan untuk melakukan kajian.

“Artinya masih ada ruang dalam surat edaran itu, untuk pemerintah daerah menentukan kebijakan sesuai dengan kondisinya masing-masing,” katanya.

Menurut Mahfudin, beberapa tokoh masyarakat dan tokoh agama yang dijumpainya masih menghendaki Salat Tarawih dan Idul Fitri dilaksanakan di Masjid.

“Mayoritas masyarakat Cilegon itu menghendaki tetap adanya salat Tarawih dan Salat Idul Fitri,” pungkasnya.

Zainal Mutakin

Categories
Cilegon

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: