Antisipasi Penyebaran Virus Corona, TKA Diisolasi Selama 14 Hari

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Badan Kesehatan Dunia PBB, World Health Organization (WHO) menetapkan keadaan darurat internasional terkait virus corona yang terkonfirmasi telah menyebar di 25 negara....

Mengantisipasi penyebaran penyakit asal Wuhan, Tiongkok, yang disebut n-CoV (Novel Corona Virus), Pemkot Cilegon melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) melayangkan surat edaran kepada seluruh unit layanan kesehatan, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dan instansi terkait lainnya, untuk melakukan isolasi terhadap tenaga kerja asing (TKA) yang datang ke Kota Cilegon sebagai upaya kewaspadaan dan kesiapsiagaan melalui langkah-langkah pencegahan dan deteksi dini.

Kepala Dinkes Cilegon dr Arriadna mengatakan, hal tersebut berdasarkan surat edaran Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI Nomor: SR.03.04/II/55/2020, dan surat edaran Dinas Kesehatan Provinsi Banten Nomor: 443/0373/Kes-P2P/2020 tentang Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan penyakit Corona Virus Pneumonia.

“Surat sudah dilayangkan kepada semua layanan, tembusan ke Disnaker (Cilegon) dengan harapan akan ditembuskan terhadap perusahaan yang punya TKA,” kata dr Arriadna saat ditemui usai rapat kordinasi dengan Walikota dan Kepala OPD se-Kota Cilegon di ruang rapat Staf Ahli Walikota, Senin (3/2/2020).

dr Arriadna menjelaskan, meskipun TKA yang datang ke Indonesia telah dilakukan pemeriksaan oleh Karantina Kesehatan (KKP) baik di Pelabuhan dan Bandara, setiap TKA yang datang ke daerah tempatnya bekerja harus diisolasi terlebih dahulu selama 14 hari sebelum melakukan aktifitas kerja.

“Tapi secara protap, walaupun dia (TKA) belum memberikan gejala, semua harus diisolasi selama 14 hari, dimanapun (kota/kabupaten) mereka datang. Diisolasinya di rumah, dimana mereka tinggal (mes perusahaan), mereka engga boleh dulu kerja, tidak boleh keluar ke publik area, karena mereka dalam pengawasan,” jelasnya.

Perusahaan, kata dr Arriadna, wajib melaporkan kepada Dinas Kesehatan setempat apabila ada TKA yang baru datang, melalui dokter perusahaan.

“Perusahaan berkewajiban melaporkan kepada dinas kesehatan apabila ada TKA nya yang datang, dan semua melalui dokter perusahaan yang telah kami berikan surat ini. Kami harap mereka melakukan pemantauan atau pengawasan terhadap TKA nya yang datang. Kalau ada TKA yang menunjukkan gejala, segera dirujuk ke dua rumah sakit, untuk wilayah Banten itu ke Rumah Sakit Dr Drajat Prawiranegara (RSDP) Kabupaten Serang dan RSUD Kabupaten Tangerang, itu ditunjuk langsung oleh menteri,” ujarnya.

Ditemui ditempat yang sama, Walikota Cilegon, Edi Ariadi mengatakan pentingnya dilakukan kordinasi antar OPD dan instansi terkait di Kota Cilegon. Setiap perusahaan yang ada di Kota Cilegon wajib mengikuti aturan yang telah diberlakukan.

“Kesiapan kita terhadap (antisipasi penyebaran virus) corona, kan banyak (TKA) industri kita juga yang berasal dari Cina (Tiongkok). Kita mengikuti aturan, protapnya kan ada dari WHO, mereka (perusahaan) walaupun protes, yah kita tegas saja kalau itu tuh harus diikuti sama mereka,” katanya.

Zainal Mutakin

Categories
IndustriKesehatan

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: