Beredar Peta Sebaran Covid-19, Dinkes Cilegon Sebut Baru ODP

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Masyarakat sempat diresahkan dengan tersebarnya peta sebaran Covid-19 di Kota Cilegon melalui WhatsApp grup dan beberapa media sosial (Medsos)....

Dimana dalam peta bertuliskan sumber Dinkes Kota Cilegon, update 21 Maret 2020 itu, disebutkan total kasus Cilegon ODP (orang dalam pemantauan) 12 dan Observasi 8.

Kepala Dinkes Cilegon dr Arriadna saat dihubungi melalui telepon genggamnya membenarkan adanya peta sebaran tersebut.

“Betul, itu data tanggal 20/03/2020, jam 6.00 WIB. Tapi itu bukan kasus positif Corona, hanya orang observasi dan orang dalam pemantauan (ODP),” jelasnya, Sabtu (21/3/2020).

Dengan tersebarnya peta tersebut, dr Arriadna meminta agar masyarakat Cilegon tidak langsung panik dan berasumsi ada warga yang positif terinveksi.

Ia meminta kepada masyarakat untuk mengerti dan memahami definisi dari observasi, ODP dan pasien dengan pengawasan (PDP).

Observasi adalah orang sehat yang datang dari negara/wilayah terjangkit atau kontak erat dengan ODP dan PDP.

Mereka disarankan untuk self monitoring batasi aktifitas dan melakukan social distancing (pembatasan sosial) selama 14 hari.

Jika selama masa itu tidak ada demam, batuk, pilek, sesak nafas, orang tersebut dinyatakan sehat dan aman.

Sementara itu, ODP adalah orang yang mengalami demam atau riwayat demam, batuk, pilek, tanpa sesak nafas/pneumonia dan berasal dari negara/wilayah terjangkit atau kontak erat dengan PDP atau orang sehat yang kontak erat dengan konfirmasi positif COVID-19.

Bagi status ODP ini, mereka diharuskan mengisolasi diri dan akan dipantau selama 14 hari oleh tenaga kesehatan wilayah setempat.

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) adalah pasien yang mengalami demam/riwayat demam, batuk, pilek, dan sesak nafas/pneumonia serta berasal dari negara/ wilayah terjangkit atau kontak erat dengan Konfirmasi Positif COVID-19.

Orang dengan status tersebut akan langsung di rujuk ke RS rujukan untuk di ambil spesimen laboratoriun dan diisolasi hingga mendapatkan hasil lab.

“OBS, ODP dan PDP, belum tentu Positif COVID-19. Semua harus melalui pemeriksaan laboratorium,” ujar dr Arriadna.

Bagi mereka yang tercantum observasi dan ODP diharap konsisten untuk melakukan pembatasan sosial, perilaku hidup sehat dan bersih (PHBS), makan dengan gizi seimbang.

Zainal Mutakin

Categories
Kesehatan

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: