Burung Selundupan Dari Sumatera Diamankan Polres Cilegon

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Pelabuhan Merak yang berlokasi di Kota Cilegon menjadi tempat strategis untuk penyeberangan dan pengiriman barang dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa maupun sebaliknya melalui jalur laut.

Namun Pelabuhan Merak sering kali disalah gunakan oleh oknum tertentu untuk melakukan penyelundupan barang-barang ilegal atau tidak memiliki dokumen lengkap.

Satreskrim Polres Cilegon berhasil mengamankan dua pelaku yang membawa ribuan burung selundupan dari Pulau Sumatera Selatan yanh rencananya akan dikirim ke wilayah Kota Serang, Jakarta dan Bandung, Rabu (27/11/2019) sekitar pukul 00.32 WIB di Pelabuhan Merak.

Pelaku penyelundupan ribuan burung dari Sumatera berinisisal AF dan CA, menggunakan 1 unit mobil minibus Grand Livina dengan Nomor Polisi B 1849 CVC.

Penangkapan terhadap kedua pelaku tersebut dilakukan ketika minibus yang dikendarai dari Sumatera tiba di Pelabuhan Merak. Ketika petugas meminta surat keterangan dari kedua pelaku, keduanya tidak dapat menunjukan surat ijin atau dokumen (SATS-DN) dari BKSDA, dan surat/dokumen (SKKH) dari Balai Karantina Pertanian.

Diketahui, berbagai jenis burung yang berhasil diamankan, mulai dari burung Ciblack sebanyak 960 ekor, Perenjak sebanyak 90 ekor, Colibri sebanyak 420 ekor Conin sebanyak 210 ekor, Gelatik Batu (yang diduga dilindungi) sebanyak 90 ekor, terakhir jenis burung yang juga dilindungi yakni Cucak Ranting sebanyak 42 ekor, dengan total seluruhnya 1812 ekor.

Untuk mempertanggungjawabkan aksinya tersebut, AF dan CA diduga melanggar ketentuan Pidana yakni UU RI Nomor 05 Tahun 1990 tentang Konservasi SDA Hayati dan Ekosistemnya dan atau UU RI Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana tak menampik adanya penangkapan dua pelaku di Pelabuhan Merak. Para pelaku ini, membawa ribuan burung tanpa izin yang rencananya akan dibawa ke Kota Serang, Jakarta dan Bandung.

“Kalau burung ada aturannya, antar pulau bagaimana karantina dan izin-izinnya, jika memang ada aturan yang bisa dipidanakan ya kami tindak,” tegas AKBP Yudhis.

Zainal Mutakin

Categories
CilegonHukum & Kriminal

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: