Di-PHK Sepihak, Buruh Somasi PT Meratus Jaya

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Karyawan PT Meratus Jaya Iron & Steel melalui Kantor Hukum Atum Burhanudin & Rekan melayangkan somasi 1 yang ditujukan kepada direktur perusahaan tersebut yakni Yusdeka Putra...
Kantor Hukum Atum Burhanudin
KUASA HUKUM: Atum Burhanudin (memegang mike) dalam sebuah acara/dok. pribadi/NET

Somasi dilakukan karena manajemen PT Meratus Jaya Iron & Steel yang merupakan perusahaan patungan antara PT Krakatau Steel (KS) dan PT Antam itu dinilai telah melakukan kejahatan ketenagakerjaan dalam hal ini mem-PHK karyawan secara sepihak.

Kuasa hukum para buruh, Atum Burhanudin kepada sejumlah wartawan Cilegon menuturkan, sudah terjadi perundingan antara serikat buruh dengan pihak manajemen sebelum PHK dilakukan.

Para buruh meminta pesangon 2 kali PMTK (Peraturan Menteri Tenaga Kerja) sesuai peraturan yang ada. Namun pihak perusahaan keukeuh hanya mau memberikan 1 kali PMTK. Perundingan itu pun deadlock alias tidak ada kesepakatan.

“Dari pihak perusahaan maunya memberikan pesangon 1 kali PMTK tetapi serikat buruh minta 2 kali PMTK. Jadi tidak ada titik temu waktu itu,” jelas Atum Burhanudin.

Karena tidak ada kata sepakat, lanjut Atum Burhanudin, pihak serikat maju ke Disnaker Cilegon, tetapi sebelum ada keputusan dari Disnaker setempat, pihak perusahaan malah melakukan PHK sepihak.

“Ada 42 buruh yang di-PHK sepihak per 1 Maret 2020. Kita kemudian melakukan pendampingan,” terangnya.

Ia menegaskan, PHK harus ada dasarnya, apakah si buruh melenggar atau perusahaan dinyatakan pailit atau dilakukan perampingan. Pihak perusahaan tidak bisa semena-mena melakukan PHK sepihak.

“Nah di PT Meratus Jaya Iron ini tidak ada kejadian apa-apa, tiba-tiba di PHK begitu saja. Parahnya lagi, sampai saat ini tidak ada pesangon untuk buruh yang di-PHK itu,” ujarnya.

Para buruh yang bekerja di PT Meratus Jaya Iron & Steel, lanjut Atum Burhanudin, rata-rata sudah bekerja 10 tahun, seharusnya kalau mau diputus hubungan kerjanya dipanggil dulu satu-satu dan diberikan penjelasan dan dasarnya.

“Ini kan tidak. Tidak manusiawi. Langsung diputus (di-PHK, red) langsung dilarang masuk ke wilayah kantor. Jadi dibuang begitu saja. Mereka tidak boleh masuk kantor lagi per 1 Maret 2020 kemarin,” ungkapnya.

Atum Burhanudin menilai pihak perusahaan sudah sewenang-wenang terhadap para buruh yang selama ini mengabdi di prusahaan tersebut.

“Kalau mereka (Direktur PT Meratus Jaya, red) mengaku bahwa pemegang saham sudah memutuskan likuidasi perusahaan, tapi tidak semudah itu mereka bicara. Itu alasan saja, itu kesewenang-wenangan. Buruh dibuang begitu saja,” tegasnya.

Terkait dengan likuidasi perusahaan, Atum Burhanudin menegaskan bahwa hal itu harus ada RUPS pemegang saham dalam hal ini PT Krakatau Steel dan PT Antam. Dan pekerja harus dikembalikan ke pemiliknya.

“Pengakuan likuidasi itu kan tidak bisa dibuktikan, apa dan bagaimana prosesnya. Intinya PHK ini tidak ada alasan yang jelas. PT Meratus ini kan anak perusahaan BUMN dalam hal ini PT KS dan PT Antam, nah buruh harus dikembalikan ke pemiliknya dalam hal ini KS dan Antam. Tidak bisa karena ada alasan likuidasi pekerja dibuang begitu saja, gak bisa lah,” kata dia.

Terpisah, Direktur PT Meratus Jaya Iron & Steel, Yusdika Putra ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa perusahaannya telah mem-PHK 42 karyawan tahap I.

Ketika ditanya soal larangan para buruh untuk masuk ke area kantor Yusdika Putra mengatakan mereka dilarang masuk kantor karena tidak ada ruangan.

“Tidak ada ruangan, karena itu kami melarang karyawan yang di-PHK untuk masuk kantor,” kilahnya.

Ia membenarkan bahwa pihaknya sudah menerima somasi yang diajukan beberapa karyawan yang di PHK itu.

Saat ditanya bahwa para karyawan menolak PHK karena prosesnya dinilai cacat hukum, Yusdika menjawab bahwa pemegang saham sudah memutuskan likuidasi perusahaan.

“Maka saya melakukan PHK. Ceritamya panjang untuk itu,” kata dia.

Yusdika juga mengatakan bahwa proses PHK itu sudah melalui proses RUPS pemegang saham.

“Secara informal sudah RUPS. Tinggal formalitas saja. Setiap tahun perusahaan diaudit bersama dengan PT KS,” ujarnya.

Namun saat ditanya soal hasil audit yang telah dilakukan, Yusdika Putra tidak menjawab.

Iffan Gondrong

Categories
Industri

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: