Guskamla Tangkap Kapal Hongkong

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Komando Armada I (Koarmada I) tangkap kapal motor vessel (MV) Fon Tai berbendera Hongkong....
Pres konferensi

Kapal MV Fon Tai ditangkap pada 4 Maret 2020 di Perairan Laut Kepulauan Riau, sebelah timur Pulau Bintan.

“Awalnya dari Dubai, tujuan portnya yaitu ke Pelabuhan Banten. Seharusnya pada Januari itu sudah tiba, tapi kapal tersebut ternyata tidak datang,” terang Komandan Guskamla Koarmada I TNI AL, Laksamana Pertama Yayan Sofiyan.

Karena tak kunjung datang itulah maka akhirnya dilakukan pencarian oleh berbagai berbagai instansi yang ada di Indonesia.

Komandan Guskamla menjelaskan, pelanggaran yang dilakukan Kapal MV Fon Tai diantaranya penggunaan ruang laut tanpa izin pihak terkait.

Selain itu, kapal tersebut mematikan Automatic Identification System (AIS) selama berada di Perairan Indonesia.

“Pada saat kita lakukan pemeriksaan, kapal tersebut sudah lego (berlabuh) jangkar di wilayah teritorial kita. Selama pencarian kapal tersebut mematikan AIS-nya,” jelasnya.

Permasalahan pelayaran tersebut, lanjut Laksamana Pertama Yayan Sofiyan, akan dilakukan pemeriksaan dan pengembangan kasus oleh tim penyidik dari Lanal Banten.

Kapal berisi muatan Prime Steel Billets sebanyak 52.732 ton yang dibawa dari Pelabuhan Dubai menuju Pelabuhan Banten.

Di tempat yang sama, Danlanal Banten, Kolonel Laut (P) Golkariansyah mengatakan, pihaknya terlebih dahulu akan melakukan penyidikan dan pengembangan terkait pelanggaran yang dilakukan oleh Kapal MV Fon Tai.

“Kita akan kembangkan terkait kesalahannya, yang sudah kita terima tadi ada tiga permasalah. Mungkin ada kita temukan hal lain, nanti kita lihat hasil penyidikan,” katanya.

Ia menambahkan, kesalahan yang menjadi dasar pemeriksaan salah satunya adalah kapal tersebut mematikan AIS selama pelayaran.

“Kewajiban kapal untuk menyalakan AIS, ini untuk keselamatan kapal itu sendiri, jika terjadi sesuatu pergerakan mereka akan diketahui,” kata Danlanal Banten.

Mereka dijerat dengan Pasal 194 ayat (3) UU Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran dan Pasal 3 ayat (4) Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 tahun 2002 tentangHhak dan Kewajiban Kapal Asing.

Selain itu, dikenakan pula Pasal 47 ayat 1 juncto (jo) Pasal 49 UU Nomor 32 tahun 2014 tentang Kelautan.

Zainal Mutakin

Categories
Hukum & Kriminal

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: