Habiskan Dana 4M, Pasar Mancak Mangkrak

BERITAKARYA.CO.ID, SERANG - Sejak selesai dibangun pada 2016 yang lalu, kondisi Pasar Kawasan Pedesaan atau Pasar Mancak di Desa Labuan, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang tak kunjung digunakan. ...

Sejatinya, pasar yang berdiri di atas tanah seluas sekitar 1 hektare bekas lapangan olahraga menggunakan APBN Kementerian Desa itu untuk menjual produk oleh-oleh khas daerah.

Pegiat sosial Bela Rakyat, M Roby menilai, pasar tersebut tidak digunakan karena lokasinya tidak strategis. Ia bahkan menilai, pembangunan pasar tersebut terkesan dipaksakan.

“Diduga tidak ada kajian Amdalnya, karena di sekitaran pasar itu ada rumah-rumah penduduk. Itu pasti menimbulkan masalah, karena yang namanya Pasar pasti ada limbahnya,” kata M Roby, kepada wartawan.

“Pemkab seharusnya tidak membiarkan begitu saja, supaya angggaran yang telah digelontorkan oleh pemerintah tidak mubazir alias sia-sia. Kalau melihat seperti ini, masyarakat boleh dong berprasangka, bahwa proyek ini sepertinya hanya untuk mencairkan anggaran saja. Karena kalau memang serius, sebelum pembangunan pasar ini seharusnya dilakukan analisis ekonomi dan kajian konsultan yang matang,” imbuhnya.

Menurutnya, meski anggaran pembangunan pasar tersebut bersumber dari Kemendes, Pemkab Serang selaku penyedia lahan harus bertanggungjawab.

Selain Pasar Mancak, tambah Roby, masih ada pasar lain di Kabupaten Serang yang tidak digunakan yaitu Pasar Emping di Kecamatan Gunungsari yang dibangun pada 2015 lalu.

Menurutnya, pasar tersebut tidak digunakan karena terkendala transportasi.

“Ini aneh, satu sisi masyarakat masih banyak kebutuhan, masih banyak jalan rusak, rumah reyot, tetapi anggaran dihambur-hamburkan tidak jelas,” tegasnya.

Kepala Desa Labuan, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, Iwan membenarkan bahwa pasar tersebut tidak pernah digunakan.

Namun, ia mengaku tidak tahu menahu mengenai persoalan apa yang menjadi penghambat dalam pengoperasian pasar tersebut.

“Gak ada yang mau, tapi saya juga gak tahu alasannya, karena saya baru jadi Kades,” katanya singkat.

Untuk diketahui, di pasar tersebut berdiri 20 kios terbuka dan 8 toko bertirai rolling dalam keadaan kotor dan berdebu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pada 31 Oktober 2016 Pasar Mancak rencananya akan diresmikan oleh Wakil Bupati Serang, Pandji Tirtayasa.

Namun tanpa alasan yang jelas, Muspika yang sudah hadir menunggu kedatangan Pandji mendapat kabar bahwa pasar tak jadi diresmikan.

Selain itu, pembangunan pasar yang menghabiskan anggaran sekira Rp4 miliar itu ternyata dibangun di atas tanah wakaf yang dihibahkan oleh Almarhum Ustadz H M Ali, bersama ahli warisnya Ustadz Baharudin dan Ustadz Ujer Ali, untuk masyarakat Desa Labuan.

Berdasarkan penuturan salah satu kerabat ahli waris yang enggan disebut namanya, sejatinya tanah seluas 7200 meter persegi tersebut diwakafkan untuk pendidikan.

“Anak perempuan Almarhum (Ustadz H. M. Ali nikah sama paman saya. Ustadz Ujer itu anak bungsunya (Almarhum). Tanah tersebut diwakafkan untuk pendidikan,” jelasnya.

Baehaqi

Categories
Serang

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: