Irna Resmikan Pusat Pendidikan Konservasi

BERITAKARYA.CO.ID, PANDEGLANG - Bertepatan dengan HUT TNUK yang ke-28, Bupati Pandeglang, Irna Narulita, meresmikan pusat pendidikan konservasi berbasis masyarakat di Legon Pakis dan Tanjung Lame, Ujung Jaya, Sumur,...
Bupati Pandeglang Irna Narulita
Bupati Pandeglang, Irna Narulita saat meresmikan Pusat Pendidikan Konservasi/beritakarya.co.id

Pembangunan pusat pendidikan konservasi yang menjadi salah satu fasilitas pendukung pariwisata Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) itu dibangun di lahan seluas 20 hektare dengan menelan anggaran Rp18 miliar.

Dalam kesempatan tersebut, Irna Narulita mengucap syukur dan rasa terimakasih kepada Kementrian Lingkungan Hidup melalui BTNUK (Balai Taman Nasional Ujung Kulon) atas dibangunnya pusat pendidikan konservasi berbasis masyarakat sehingga bisa memberikan edukasi kepada wisatawan dan peneliti yang ingin mengetahui kehidupan Badak Jawa.

“Sekali lagi saya berterimakasih dan kebetulan tadi saya dengar, ada usaha dari pemerintah pusat untuk menindaklanjuti dari program ini. Karena program 18 miliar ini tidak hanya di lokasi ini saja, tapi juga ada beberapa titik,” kata Irna.

Menurutnya, TNUK merupakan salah satu situs warisan dunia yang harus dilestarikan, terutama Badak Jawa yang merupakan simbol dari Kabupaten Pandeglang itu sendiri.

“Pandeglang dari dulu sudah Badak, dan sudah diapresiasi oleh UNESCO. Alllah berikan karunia yang luar biasa, jadi harus dilestarikan, harus dilindungi oleh kita,” ujarnya.

Dengan fasilitas pendukung yang kini tengah dibenahi di kawasan TNUK, Irna berharap bisa berimplikasi positif terhadap tingkat kunjungan wisatawan ke daerah yang terletak di ujung barat Pulau Jawa atau sering disebut sebagai Sunset of Java tersebut.

“Untuk destinasi wisata, lingkungan kita harus jaga. Saya berharap para peneliti yang datang bisa difasilitasi. Dan untuk wisata minat khusus melihat badak secara langsung dengan pos-pos yang dibangun. Jadi pengunjung ke Ujung Kulon mereka punya banyak pilihan, ke Panaitan, Kawasan Ekonomi Khusus dan tempat-tempat lain, agar masyarakat bisa terangkat kesejahteraannya, melalui potensi-potensi destinasi wisata di Ujung Kulon,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi PTN Wilayah I Panaitan, Husen mengatakan, pembangunan fasilitas pendukung di areal pemanfaatan sebagai bentuk support pemerintah untuk memberikan pelayanan bagi para pengunjung.

Hal itu, lanjutnya, merupakan satu kesatuan paket untuk para wisatawan maupun para peneliti yang berkunjung ke kawasan perlindungan alami Badak Jawa (Rhinoceros Sondaicus).

“Komplek sarana prasarana pendukung wisata alami Tanjung Lame dan Legon Pakis merupakan rangkaian dengan paket ecowisata di Pulau Kalong dan Pulau Handeuleum,” ucapnya.

“Wilayah ini juga untuk memfilterasi tingkat kunjungan wisata di zona inti, sehingga mampu menjadi kantong wisata lain dan menarik segmen wisatawan lain seperti pelajar, mahasiswa, pecinta alam, pramuka dan lainnya,” imbuhnya.

Diakui Husen, pengelolaan pusat pendidikan konservasi yang sudah diresmikan tersebut akan menganut manajemen collaboratif, dengan menyerahkan pengelolaannya kepada masyarakat langsung.

Tata kelola kita akan serahkan sambil kita dampingi terus menerus ke masyarakat, dalam hal ini Desa. Harapannya Desa bisa membuat forum bisinis yang berbasis komersi, yang mampu mengelola aset kita ini,” ujarnya.

Baehaqi

Categories
Pandeglang

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: