Kawasan Industri Diduga Jadi Penyebab Terbesar Banjir Cilegon

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Industri yang telah menguasai sebagian besar wilayah pesisir pantai, diduga menjadi salah satu penyebab banjir di Kota Cilegon....

Pada awal 2020, sudah terjadi beberapa banjir di Kota Cilegon, seperti yang baru-baru ini terjadi di Kecamatan Ciwandan yang merupakan kawasan Industri.

Hal tersebut menjadi pembahasan dalam rapat dengar pendapat antara Komisi II DPRD Kota Cilegon dengan warga, pihak industri dan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Cilegon terkait yang dilaksanakan di Aula Rapat DPRD Cilegon, Senin (10/2/2020).

Nurcholis, salah satu warga Ciwandan mengatakan, industri menjadi salah satu penyebab banjir, dimana sebanyak sembilan titik banjir yang terjadi di wilayah Kecamatan Ciwandan, yakni Kubang Welut, Pintu Air, Penauan, Kebanjiran, Cigading, Tegal Buntu, Pom Bensin/PT PDSU, Jublin, Randakari dan Kepuh, akibat adanya penyempitan aliran air dari hulu menuju hilir.

Dijelaskan Nurcholis, pada titik banjir di wilayah Lingkungan Kubang Welut, Pintu Air dan Penauan, persoalan banjir yang terjadi disebabkan karena adanya penyempitan gorong-gorong.

Sementara di wilayah Lingkungan Kebanjiran, Tegal Buntu, Pom Bensin atau PT PDSU, tidak ada sungai untuk aliran air ke hilir, dan di wilayah Cigading ada 2 sungai yang mengalir ke 1 gorong-gorong sampai menuju hilir.

Sedangkan di wilayah Lingkungan Jublin persoalan tidak ada normalisasi dan sodetan, di wilayah Randakari adanya penyempitan sungai hingga ke hilir, di wilayah Kepuh yang berlokasi di PT Semen Merah Putih hingga Jalan Lingkar Selatan (JLS) penyebabnya adanya penyempitan sungai dan keberadaan gorong-gorong yang cukup kecil.

“Jadi persoalan yang dihadapi di 9 titik di Ciwandan karena sikap keperdulian dan perawatan yang dilakukan oleh industri maupun pemerintah kota (Pemkot) Cilegon lah yang tidak ada. Semestinya, perawatan tersebut harus intens dilakukan mereka,” ujar Nurcholis.

Akibat persoalan banjir tersebut, Nurcholis yang mewakili warga terdampak banjir, mendesak agar PT Krakatau Steel (KS) yang menguasai sebagian besar kawasan industri di Ciwandan, untuk segera membangun 5 sodetan atau aliran tembusan di masing-masing lingkungan yang terdampak banjir.

“Ada lima titik banjir yang harus di sodet yang melintang di jalan konveyor milik PT Krakatau Steel. Lima sodetan yang musti dibangun pihak KS berada di Lingkungan Penauan, Lingkungan Cigading, Lingkungan Tegal Buntu, Lingkungan Pom Bensin atau PT PDSU, Lingkungan Jublin dan Lingkungan Randakari,” katanya.

Selain itu, Nurcholis juga meminta pemerintah tidak hanya melakukan perawatan saat terjadi banjir besar tapi, perlu keseriusan dari pemerintah dalam memecahkan persoalan banjir di Ciwandan.

“Persoalan ini harus benar-benar ditangani oleh pemerintah. Jangan saat banjir di kasih mie instans atau beras. Kita enggak butuh mie dan beras. Tapi kita butuh bagaimana banjir yang sering terjadi di Ciwandan ini tidak terjadi lagi,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Asisten Daerah (Asda II) Pemkot Cilegon, Dikrie Maulawardhana mengatakan, untuk persoalan banjir yang terjadi di wilayah Ciwandan saat ini merupakan hal yang menjadi konsentrasi Pemkot Cilegon.

Bahkan dalam persoalan ini, Pemkot Cilegon memiliki beberapa langkah kongrkirt dalam penanganan dan menyelesaikan persoalan tersebut, mulai dari wilayah Panauan hingga PT Candra Asri.

“Sebenarnya sudah kita petakan semua titik-titik banjir tersebut. Mulai dari A1,A2,A3,A4, A5 hingga L1 dan L9 sudah kami (Pemkot) koordinasikan. Sebenarnya, untuk titik A1 hingga ke L2 (Panauan hingga PT PDSU) ada rencana Pemkot Cilegon untuk membangun LWS (Long Water Sistem) dibangun sepanjang 1,5 kilometer,” katanya.

Rencana pembangunan LWS tersebut, ungkap Dikrie, berada diatas lahan milik PT Krakatau Steel (KS), namun hingga saat ini belum ada keputusan dari pihak PT KS.

“Sempat beberapa tahun lalu, telah dilayangkan surat oleh walikota untuk pembangunan LWS tersebut, namun hingga tahun ini m lahannya belum putus dari PT KS. Bahkan, DED (Detail Engineering Design) dibuat langsung oleh Krakatau Engineering. Yang jelas, LWS sudah direncanakan dibangun namun dari pihak KS sendiri belum diputuskan,” ungkapnya.

Zainal Mutakin

Categories
Industri

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: