Kejari Cilegon Limpahkan Berkas Kasus JLS ke Pengadilan

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Cilegon resmi melimpahkan berkas kasus tindak pidana korupsi Jalan Lingkar Selatan (JLS) ke Pengadilan Negeri Serang....
Kajari Cilegon, Andi Mirnawaty saat diwawancarai wartawan/Beritakarya.co.id

Kasus dugaan tindak pidana korupsi JLS tersebut, sudah ditangani pihak Kejari Cilegon setelah terjadinya peristiwa jembatan JLS yang ambrol akibat terjangan banjir pada 2017 lalu.

Kepala Kejari Cilegon, Andi Mirnawaty saat ditemui di kantornya mengatakan, plimpahan berkas tersebut dilakukan agar kasus korupsi JLS yang kini berganti nama menjadi Jalan Aat Rusli segera dilakukan disidangkan oleh Pengadilan Negeri Serang.

Tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi JLS, kata wanita yang akrab disapa Mirna, saat ini tinggal satu orang dari dua orang yang telah ditetapkan tersangka.

“Yang jelas hari ini perkara JLS dilimpahkan ke pengadilan untuk tersangka B. Hari Jumat (7/2/2020) kami melakukan penghentian penyidikan terhadap yang meninggal dunia (SUH) berdasarkan hasil ekspose di Kejati, karena alasan hukum meninggal dunia,” kata Mirna, Senin (10/2/2020).

Mirna menjelaskan, peran B dalam kasus tindak pidana korupsi JLS adalah sebagai pejbat pembuat komitmen (PPK) di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cilegon.

“Kita tinggal menunggu penetapan hakim untuk persidangannya hari apa dimulai. Peran BAH sebagai PPK. Mudah-mudahan pada saat persidang nanti akan lebih terungkap hal-hal yang selama ini belum terungkap,” ujarnya.

Diketahui kedua orang tersebut yakni mantan pejabat berinisial B merupakan pejabat pembuat komitmen (PPK) di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cilegon yang kini sudah pensiun. Sementara SUH (meninggal dunia) adalah pihak swasta selaku pelaksana proyek pembangunan JLS sepanjang 2,5 km.

Dari nilai proyek JLS yang mencapai Rp12 miliar, jaksa menemukan bukti spesifikasi yang tidak sesuai di jembatan JLS yang ambrol, dimana mengakibatkan kerugian negara yang ditaksir mencapai Rp.950 juta.

Ditempat yang sama, Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Cilegon, Siwi mengatakan sampai saat ini belum ada tersangka lain yang diduga terlibat dalam kasus korupsi JLS, pihaknya sampai saat ini akan menunggu hasil dari fakta persidangan.

“Kita nanti lihat berdasarkan fakta persidangan seperti apa, engga mungkin kan kita berandai-andai atau berasumsi ini itu. kita kan ada SOP yang perlu kita pedomani,” katanya.

Siwi juga secara tegas menghimbau kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar berhati-hati dalam menggunakan anggaran dalam setiap pelaksanaan pekerjaan agar tidak terjadi penyimpangan.

“Kami juga berharap kepada SKPD (OPD) di Kota Cilegon agar ditahun ini berhati-hati menggunakan anggaran sesuai dengan juklak juknis yang ada sehingga tidak terjadi  penyimpangan-penyimpangan,” tandasnya. 

Zainal Mutakin

Categories
Hukum & Kriminal

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: