Kelebihan Bayar, Dinsos Kota Serang Diminta Kembalikan Rp1,9 Miliar

BERITAKARYA.CO.ID, SERANG - Komisi II DPRD Kota Serang menggelar rapat bersama Dinsos Kota Serang, guba menindaklanjuti polemik yang muncul terkait penyaluran sembako di masyarakat, Selasa (12/5/2020) lalu....

Dalam rapat tersebut, Ketua Komisi II DPRD Kota Serang, Pujiyanto meminta agar Dinsos mengembalikan kelebihan pembayaran pada program Jaring Pengaman Sosial (JPS) sebesar Rp1.901.400.000 kepada negara.

“Berdasarkan hasil audit dari APIP terkait anggaran sebesar Rp30 miliar yang digunakan untuk program JPS Kota Serang terjadi kelebihan pembayaran. Kelebihan itu harus dikembalikan ke kas daerah,” ungkapnya, Rabu (13/5/2020) malam.

Pihaknya juga meminta agar Dinsos segera melakukan verifikasi ulang data terkait masyarakat yang terdampak perekonomiannya akibat Covid-19, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.

“Kami juga meminta meminta Dinsos untuk bantuan sosial yang belum diberikan agar disegerakan penyalurannya, tepat sasaran, dan tetap mengikuti prosedur yang berlaku,” terangnya. 

Meski demikian, pihaknya tetap memberikan apresiasi kepada Dinsos, karena penyaluran tahap pertama itu, sudah di angka 69,48 persen.

“Intinya, apa yang dilakukan Komisi II dalam mengawal program ini membuahkan hasil. Dimana tadi, Dinsos dan pihak ketiga harus mengembalikan kelebihan pembayaran kepada kas daerah,” jelasnya.

Pujiyanto menambahkan, sejauh ini kontrak dengan pihak penyedia sudah disepakati untuk dilakukan selama tiga bulan, mulai April, hingga Juni 2020.

Yang terpenting, kata dia, Pemda bisa memberikan yang terbaik kepada masyarakat dan ketika skema berubah menjadi BLT, maka harus dipertimbangkan efektivitasnya.

Hal senada diungkapkan anggota Komisi II DPRD Kota Serang, Muji Rohman dari Fraksi Golkar.

Menurutnya, setelah dilakukan audit, harga item pangan yang dibagikan dalam program JPS mengalami perubahan.

“Dari pemeriksaan I spektorat, ditemukan ada kelebihan harga seperti pada beras yang tadinya Rp13.000 menjadi Rp11.250 per kilogram,” ungkapnya.

Untuk mie instan yang tadinya Rp3.000 menjadi Rp2.500 dan harga ikan kemasan (sarden) Rp14.000 menjadi Rp10.062. Hasil yang lainnya sudah sesuai, tinggal dikawal realisasi selanjutnya.

Terpisah, Kepala Dinsos Kota Serang, Poppy Nopriadi mengatakan, kelebihan pembayaran sebesar Rp1,9 miliar itu bukan sebuah kesalahan.

“Hasil pendampingan dan penghitungan inspektorat, Rp1,9 miliar itu berdasarkan harga yang sudah disesuaikan di pasaran. Maka ditemukan harganya,” pungkasnya.

Baehaqi

Categories
Serang

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: