Langka, Pari Manta Muncul di Pulau Tunda

BERITAKARYA.CO.ID, JAKARTA - Kemunculan Pari Manta diperairan Pulau Tunda, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, pada Minggu 31 Mei 2020, menjadi fenomena langka....

Peristiwa kemunculan Pari Manta tersebut direkam melalui ponsel Aimanudin, seorang pemandu wisata di Pulau Tunda.

Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Ditjen Pengelolaan Ruang Laut yang menerima laporan mengatakan hal tersebut merupakan fenomena langka.

Dirjen PRL, Aryo Hanggono menjelaskan, Pari Manta merupakan spesies kharismatik yang umumnya ditemukan di perairan karang, gosong karang atau di dekat gunung-gunung karang.

“Seperti di Pulau Weh-Aceh, Nusa Penida-Bali, Raja Ampat-Papua Barat, Pulau Komodo-NTT, Derawan-Kaltim, dan Teluk Cenderawasih-Papua,” jelas Aryo melalui siaran pers di Jakarta, Kamis (03/06/2020).

Aryo menambahkan, sebagai aset wisata bahari, pari manta termasuk jenis ikan yang terancam punah.

“Sebagai langkah antisipasi, KKP melalui Kepmen KP Nomor 04 Tahun 2014 telah menetapkan sebagai jenis ikan yang dilindungi penuh,” pungkasnya.

Kepala Loka Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Serang, Syarif Iwan Taruna Alkadrie menungkapkan, Pari jenis manta oseanik (Mobula birostris) dengan lebar tubuh mencapai 1,8 meter dan berat sekitar 25 kilogram awalnya ditemukan oleh nelayan yang sedang memancing tak jauh dari pantai Pulau Tunda.

“Ini merupakan fenomena baru, dan belum pernah ditemukan di sekitar Pulau Tunda. Kami rutin melakukan monitoring habitat karang di Pulau Tunda sejak 2017, namun belum pernah kita temukan spesies ini,” ungkap Iwan.

Nelayan yang pada saat kejadian berada di lokasi menuturkan bahwa ikan eksotis itu ditemukan berenang menghampiri kapal nelayan dalam kondisi lemas.

Mereka menduga ikan itu kurang baik kesehatannya. Karena tidak tahu bahwa biota laut itu spesies yang dilindungi, mereka pun membawanya ke pantai.

Beruntung diketahui Aimanudin dan tim yang pada saat kejadian berada di lokasi. Ia menghampiri nelayan tersebut dan langsung melakukan pengecekan.

“Kondisinya masih hidup tetapi ditemukan luka memar di bagian mata sebelah kiri dan mulut bagian luar.“Kami meminta nelayan untuk segera melepaskan kembali dan menggiring pari manta berenang hingga ke tengah laut,” pungkasnya.

Uploader:
Zainal Mutakin

Categories
Stop Press

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: